Minggu, 17 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Benarkah Wanita Bertubuh Mungil Miliki 'Miss V' Lebih Sempit?

Sudah tahun 2018, masih saja ada mitos seputar bagian intim wanita diyakini di tengah-tengah masyarakat. Sebelum kamu salah

Tayang:
Penulis: Fifi Suryani | Editor: Fifi Suryani
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - Sudah tahun 2018, masih saja ada mitos seputar bagian intim wanita diyakini di tengah-tengah masyarakat. Sebelum kamu salah merespon, yuk disimak agar kamu nggak begitu saja percaya mitos-mitos tentang vagina ini!

Dokter Rhestie Rachmanta Putri. M.Epid dari klikdokter.com menjelaskan, vagina merupakan bagian organ intim wanita yang sering mendapat perhatian khusus. "Agar tak salah dalam melakukan perawatan vagina, temukan kebenaran di balik mitos yang banyak beredar," dalam ulasan yang diunggah kembali oleh akun yang sama di Facebook, Sabtu (7/7) pukul 22.00 WIB.

Baca: Keseringan Berhubungan Bikin Miss V Tak Lagi Elastis? Ini Jawaban dan Saran Dokter

1. Vagina kendur bila sering melakukan hubungan seks

Otot-otot yang membentuk dinding vagina pada dasarnya sangat elastis. Bila penis penetrasi ke dalam vagina, otot tersebut akan meregang. Namun setelah itu, otot tersebut akan kembali ke ukuran semula.

"Jadi frekuensi seks yang tinggi tidak akan menyebabkan vagina menjadi kendur," jelas dr. Rhestie.

2. Vagina kotor dan banyak bakteri

Banyak wanita beranggapan bahwa daerah vagina kotor dan banyak mengandung bakteri. Hal ini yang menjadi alasan sebagian wanita untuk menggunakan sabun pembersih khusus untuk vaginanya.

Dalam keadaan normal memang terdapat bakteri di vagina, namun bakteri ini justru bermanfaat untuk menjaga kebersihan area kewanitaan. Bakteri Gardnerella vaginalis merupakan bakteri baik di vagina untuk menjaga agar vagina tidak terinfeksi oleh kuman.

Baca: 10 Cara Mudah Hindarkan Remaja dari Penyakit Jantung dan Stroke, No. 8 Mau Banget!

Baca: Beginilah Kehidupan Intim Para Penderita Diabetes, Menyedihkan

"Penggunaan sabun pembersih khusus vagina justru akan mematikan bakteri baik ini dan menyebabkan vagina lebih rentan mengalami infeksi," ujar Rhestie.

3. Wanita bertubuh mungil memiliki vagina lebih sempit

Banyak pria beranggapan bahwa wanita bertubuh mungil dapat memberikan kepuasan seksual yang lebih baik karena liang vaginanya lebih sempit. Hal ini tidak benar. Sempit atau luasnya vagina tidak berhubungan dengan ukuran tubuh wanita.

Wanita yang berada dalam usia produktif, baik bertubuh besar maupun bertubuh mungil, sama-sama memiliki otot vagina yang elastis. Begitu juga dengan kemampuan dalam `mencengkeram' penis pasangannya.

4. Setelah melahirkan, vagina menjadi longgar

Saat wanita bersalin, vagina memang menjadi lebih longgar karena menjadi jalan untuk lahirnya bayi. Namun karena keelastisan otot dinding vagina, maka dalam waktu 3-6 bulan, bentuk vagina akan kembali lagi menjadi seperti semula. Pada wanita yang rutin melakukan senam Kegel, bentuk vagina dapat lebih cepat kembali seperti sebelumnya.

Baca: Mengenal G-Spot, Titik-titik yang Bisa Bikin Istri Anda Melayang’

Baca: Bingung Menolak Ajakan Pasangan? Coba Cara Ini!

Baca: Mimpi Buruk Ditinjau dari Kacamata Kesehatan, Inilah 3 Penyebabnya

5. Dalam keadaan normal, vagina tidak akan mengalami keputihan

Hal ini salah. Dalam keadaan normal, bisa terdapat keputihan yang keluar dari vagina. Hal ini wajar terjadi khususnya mendekati masa subur wanita. Keputihan yang normal ditandai dengan warnanya yang jernih, tidak berbau amis atau busuk, dan tidak disertai dengan nyeri.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved