Inspirasi Bisnis

Website Kandang.in - Cara Mengisi Kandang Ternak Lewat Jalur Digital. Sistem Bagi Hasil Syariah

Bisnis digital kian menggeliat dan terus berkembang di tanah air. Banyak pebisnis beralih dan memanfaatkan teknologi digital

Website Kandang.in - Cara Mengisi Kandang Ternak Lewat Jalur Digital. Sistem Bagi Hasil Syariah
shutterstock
Ilustrasi peternakan ayam 

Bagi hasil syariah

Gilang mengatakan, Kandang.in tak hanya mengincar para investor. Namun, ia juga sekaligus ingin membantu para peternak Indonesia untuk tumbuh dan berkembang dengan memanfaatkan teknologi digital dalam memperoleh pendanaan.

Bagi calon investor yang ingin menanamkan modalnya melalui Kandang.in, cukup membuka website dan pilih 'Mulai investasi'. Lalu, akan muncul informasi peternak dan jenis ternak apa yang ingin didanai. "Jadi, saat calon investor membuka website Kandang.in, sudah tersedia daftar peternak yang sudah kami seleksi.

Disana juga tersedia informasi mengenai peternak, jenis ternak, periode ternak, dan jumlah kebutuhan dananya," terang Gilang. Setelah sudah diajukan, investor akan mendapatkan proposal investasi mengenai penjelasan tentang ternak dan simulasi keuntungan.

Selain itu, kata Gilang saat permintaan proposal disetujui dan telah mengirim sejumlah dana sesuai kesepakatan, investor akan diberi link untuk mengakses 'Dashboard Investor' guna memperoleh laporan setiap bulan hingga masa panen.

Sementara untuk peternak, tambah Gilang, yang akan dibantu pendanaan hanya peternak yang sudah memiliki kandang saja. Jadi,  bagi yang belum punya kandang tidak bisa memperoleh pendanaan.

Meski belum setahun berdiri, per Mei 2018, Kandang.in tercatat telah memiliki 100 investor tetap dan 40% sudah melakukan investasi ulang dan saat ini sudah ada sekitar 1.000 permintaan untuk mendapatkan proposal. "Saat ini sudah ada 100 investor dan 40% sudah melakukan investasi ulang atau setelah terima hasil jual ternak mereka melakukan investasi ulang." ujarnya.

Baca: Nilai Cadangan Devisa Menyusut, Mahalnya Ongkos Menjaga Otot Rupiah

Baca: Permintaan Uang Tunai Naik, BI Siap Tambah Pasokan

Baca: Mau Mengambil atau Menyetor Uang ke Bank? Minta Pengawalan. Ini Penjelasan Kapolda

Menurutnya, resmi meluncur pada akhir tahun lalu, Kandang.in sudah mencatatkan jumlah investasi sebesar Rp 1,6 miliar. Hingga akhir  tahun 2018, mereka memasang target untuk memperoleh dana investasi sebesar Rp 3 miliar. "Saat ini masih Rp 1,6 miliar. Harapannya sampai akhir tahun ini kami bisa mencatatkan nilai investasi sekitar Rp 3 miliar," ujarnya.

Selain itu, tambah Gilang, saat ini Kandang.in sudah bekerja sama dengan tiga  kelompok ternak besar yang mencakup 100 hingga 200 peternak setiap kelompoknya. Selain itu, ada juga peternak kecil yang tersebar di Blitar, Trenggalek, Lombok, Cikampek, Malang dan Banjarmasin.

"Kami sudah punya mitra peternak di enam kota dan dalam waktu dekat akan menambah kota, yakni di Wonogiri untuk ternak kambing dan Madura untuk ternak ayam," kata Gilang. Sebarannya, di Lombok ada peternak ayam, di Blitar untuk ayam dan sapi, sementara peternakan domba ada di Banjarmasin dan Cikampek.

Halaman
1234
Editor: fifi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved