Piala Thomas

Suasana Jadul Final Piala Thomas 1970, Dari Sumbangan Rp 50 Hingga Nonton Berkerumun di TV Tetangga

"Di terminal bus Lapangan Banteng, penduduk berdiri di sekitar loudspeaker, demikian pula di beberapa tempat penjual rokok semua asyik

Suasana Jadul Final Piala Thomas 1970, Dari Sumbangan Rp 50 Hingga Nonton Berkerumun di TV Tetangga
Youtube

TRIBUNJAMBI.COM - "Di terminal bus Lapangan Banteng, penduduk berdiri di sekitar loudspeaker, demikian pula di beberapa tempat penjual rokok semua asyik mendengarkan. Di Senen, abang-abang penjual barang rombengan berkumpul mendengarkan sambul duduk di atas tikar".

Demikian deskripsi yang dimuat dalam Harian Kompas, 6 Juni 1970, mengenai suasana saat berlangsungnya siaran langsung pertandingan final Piala Thomas 1970 antara Indonesia vs Malaysia. Pertandingan disiarkan langsung oleh TVRI dan RRI.

Baca: THR dan Gaji 13 Cair, Tebus Barang di Pegadaian Diprediksi Meningkat

Pesawat TV dan radio masih menjadi barang mewah saat itu. Tak semua rumah memilikinya. Berkerumun adalah pilihan, agar tak melewatkan setiap detik pertandingan. Kisah yang menarik untuk disimak, meski pada gelaran Piala Thomas 2018, langkah tim Indonesia terhenti di babak semifinal setelah dikalahkan China 1-3, Jumat (25/5/2018) kemarin.

Sumbangan Rp 50 - Rp 100 Menjelang digelarnya Piala Thomas 1970, Menteri Penerangan saat itu, Budiardjo, mewacanakan adanya sumbangan dari masyarakat Indonesia yang ingin Televisi Republik Indonesia (TVRI) menyiarkan secara langsung pertandingan final pada 5-6 Juni 1970.

Menteri Penerangan Budiardjo menawarkan kepada seluruh pirsawan TVRI untuk mau mengeluarkan Rp 50 sampai Rp 100 agar dapat mengikuti jalannya pertandingan final Thomas Cup Indonesia-Malaysia pada 5-6 Juni 1970. Menurut Budiardjo, dengan adanya iuran khusus Thomas Cup, diperkirakan akan terkumpul Rp 10 juta. Uang ini bisa digunakan untuk membiayai keperluan TVRI dalam pemberitaan dan penyiaran pertandingan Thomas Cup 1970 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia.

Baca: Tambah 4 Staf Khusus Baru. Berikut Infografik 11 Staf Khusus Presiden Jokowi

Baca: Pemerintah Harus Konsultasi dengan DPR soal Pelibatan TNI dalam Penyusunan UU Atasi Terorisme

Sementara itu, pemberitaan Harian Kompas, 29 Mei 1970, menyebutkan, TVRI berencana menyiarkan secara langsung pertandingan final jika Indonesia maju melawan Malaysia di babak final pada 5-6 Juni 1970. Digambarkan, prosesnya, siaran akan ditangkap oleh televisi Malaysia, kemudian melalui satelit komunikasi dihubungkan dengan stasiun bumi di Jatiluhur untuk selanjutnya dipancarkan ke layar televisi.

Untuk siaran langsung final ini, diperkirakan membutuhkan dana sekitar 18.000 dollar AS. Kala itu, Pimpinan TVRI menyatakan optimistis dana ini bisa terkumpul dari sumbangan masyarakat karena animo yang tinggi. Padahal, pada 29 Mei 1970, sumbangan masyarakat yang terkumpul baru Rp 1.200.000.

Akhirnya, pada 5 Juni 1970, TVRI menyiarkan secara langsung babak final Thomas Cup antara Indonesia melawan Malaysia. Siaran langsung ini bisa diwujudkan dengan disponsori PN Pertamina dan Perusahaan Umum Telekomunikasi.

Baca: 18 Tahun Bergabung di BSM, Kemas Erwan: Saya Menemukan Konsep yang Benar di Karir Sekarang

Baca: Dugaan Gratifikasi Proyek di Jambi - KPK Kembali Periksa Dua Saksi. Salah Satunya Ibu Rumah Tangga

Baca: Mantan Pegawai Honor di Dinas Kesehatan Bungo Tepergok Mencuri Kertas HVS

Berkerumun di depan TV dan radio Pemandangan para warga berkerumun terlihat hampir di setiap sudut Ibu Kota. Bahkan, pemilik-pemilik TV di kampung, ada yang kewalahan karena mendapatkan kunjungan para tetangganya yang menumpang menonton pertandingan.

Hal yang sama terjadi di Studio TVRI Senayan, Jakarta, yang diserbu penonton. Direktur TVRI saat itu, Soemadi memperkirakan, siaran langsung ini ditonton oleh satu juta orang. Jumlah ini didapatkan dengan memperkirakan bahwa satu pesawat TV akan ditonton oleh 10 orang.

Adapun, saat itu di Jakarta tercatat ada 80.000 pesawat televisi. Ditambah dengan yang tak tercatat, maka diperkirakan jumlah penonton siaran langsung mencapai satu juta orang. Menurut Soemadi, siaran langsung dari Malaysia ini akan melampaui jumlah penonton yang pernah ada. Biasanya, siaran TVRI sehari-hari, jumlah penonton pada setiap pesawat TV hanya 5-6 orang.

Siaran TVRI ini juga di-relay ke Jawa Tengah. Ia menyebutkan, para dealer TV di Semarang dibanjiri pembeli pesawat televisi beberapa hari sebelum pertandingan. Sementara, di RRI Jakarta, diperkirakan jumlah pendengarnya mencapai 75 persen dari jumlah penduduk Ibu Kota.

Baca: Cek Pola Makan Keluarga Anda! Karena Bisa Pengaruhi Ukuran Otak

Baca: Kabar Aktor Legenda Kungfu, Sammo Hung Pakai Kursi Roda, Jet Li Mengkhawatirkan, Jackie Chan Operasi

Baca: Benarkah Ras Tertentu Mempunyai Ukuran Mr P Melebihi yang Lainnya?

Baca: Kades Danau Lamo: Pelaku Penyerang Polsek Maro Sebo Dulunya Degil, Tapi Tidak Alami Gangguan Jiwa

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah Final Piala Thomas 1970, Sumbangan Rp 50 hingga Berkerumun di Depan TV Tetangga",

Editor: fifi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved