Kesehatan
Daki di Bagian Intim, Kenapa Bisa?
Hai Ladies! Apakah kamu pernah mengalami problem yang sama? Tentunya gak enak banget ya, ada tumpukan seperti daki berwarna
Penulis: Fifi Suryani | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM - Hai Ladies! Apakah kamu pernah mengalami problem yang sama? Tentunya gak enak banget ya, ada tumpukan seperti daki berwarna putih di seputaran vagina. Mana gatel lagi.
Pingin tahu penyebab dan cara mengatasinya? Simak pertanyaan dari netizen dan jawaban dari dokter pengasuh akun klikdokter.com berikut ini. Tanya-jawab ini kembali diunggah di Facebook, Minggu (27/5) pukul 17.30.
Baca: Suasana Jadul Final Piala Thomas 1970, Dari Sumbangan Rp 50 Hingga Nonton Berkerumun di TV Tetangga
Berikut pertanyaannya:
Sore Dok , saya Lia umur 20tahun . saya mau menanyakan tentang keluhan saya dok . seminggu yang lalu saya bru slesai haid , jdisaat slesai haid itu vagina saya terasa sangat gatal dan ada bintik-bintik merah yg juga diikuti dgn keputihan dok , tapi keputihan saya normal normal saja . tetapi setelah beberapa hari disekitar bibir vagina saya ada tumpukan seperti daki yang berwarna putih dok . apakan itu bahaya ? mohon jawabannya dok , terimakasih
dr. Anita Amalia Sari dari akun klikdokter.com mengatakan, dapat memahami kekhawatiran penanya.
Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal/fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi.
Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri.
Baca: THR dan Gaji 13 Cair, Tebus Barang di Pegadaian Diprediksi Meningkat
Baca: Tambah 4 Staf Khusus Baru. Berikut Infografik 11 Staf Khusus Presiden Jokowi
"Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan," jelas dr. Anita Amalia.
Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dll) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit.
Jika keputihan yang dialami termasuk keputihan abnormal maka perlu diobati karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam dan sebaiknya menghindari hubungan seksual terlebih dahulu.
Lalu, apa tindakan yang harus dilakukan:
1. Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab
2. Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat
Baca: 18 Tahun Bergabung di BSM, Kemas Erwan: Saya Menemukan Konsep yang Benar di Karir Sekarang
Baca: Meskipun Sahabat, Lima Barang Ini Tetap Privasi dan Tidak Boleh Dipinjamkan
Baca: Pemerintah Harus Konsultasi dengan DPR soal Pelibatan TNI dalam Penyusunan UU Atasi Terorisme
3. Apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam
4. Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan ibu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/16032015_ratus_vagina.jpg)