Fakta Tentang 'Mother of Satan', Bom yang Dipakai Teroris Serang Gereja dan Mapolrestabes
Bahan peledak dari 'Mother of Satan' berbentuk bubuk putih dan memiliki bau yang khas.
Peledakan dilakukan oleh tim Jibom Brimob Polda Jatim.
"Semua barang bukti bom teroris terdisposal secara sempurna," tegasnya.
Fakta tentang 'Mother of Satan'
'Mother of Satan' adalah sebutan dari peroksida aseton yang berbahan baku triacetone triperoxide (TATP).
Dilansir dari The Sun, bom jenis ini dapat meledak jika terkena panas, gesekan atau goncangan.
'Mother of Satan' ditemukan pada tahun 1895 oleh Richard Wolffenstein.
Bahan peledak dari 'Mother of Satan' berbentuk bubuk putih dan memiliki bau yang khas.
'Mother of Satan' juga tidak mengandung nitroten.

Bahan baku pembuatan 'Mother of Satan' juga dapat diperoleh secara mudah di toko-toko bahan kimia.
Namun karena ketidakstabilan atau rentan meledak, bom ini sering meledak sebelum digunakan.
Serangan teroris di Barcelona dan ledakan bom di Manchester 2017 diduga juga disebabkan oleh ledakan Mother of Satan.
Tiga bom beruntun di Jawa Timur
Diketahui sebelumnya, rentetan aksi peledakan bom di Surabaya dan Sidoarjo telah menelan banyak korban dan membawa duka bagi banyak orang.
Mirisnya, deretan aksi tersebut dilakukan oleh sekelompok anggota keluarga.
Kejadian pertama yang disoroti adalah peledakan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya.
Baca: Kelompok Tani di Batangahari Dapat Bantuan 104 Alsintan Pada 2018, Ini Jenis Alatnya
Baca: FOTO: Kebakaran di Kerinci, Satu Rumah Rusak Berat, Dua Rusak Ringan