Semakin Sengit, Survei Terbaru Capres Antara Jokowi - Prabowo Cuma Selisih 3 Persen!

Elektabilitas Joko Widodo di antara sejumlah nama tokoh yang digadang menjadi calon presiden pada Pilpres 2019, masih tertinggi.

Editor: rida
TRIBUNNEWS/BIRO PERS/Kris
Presiden Joko Widodo melakukan santap siang bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Kamis (17/11/2016). Prabowo menemui Presiden untuk berdiskusi sekaligus membalas kunjungan Presiden 31 Oktober lalu ke kediaman Prabowo di Hambalang. 

Hasil survei menunjukkan, masih ada 34,43 persen responden yang tidak tahu atau tidak menjawab ketika ditanyakan "Jika Pilpres dilakukan hari ini, Anda akan memilih Capres siapa?".

Baca: Geledah Kantor Zumi Zola, KPK Temukan Petunjuk Baru Keterlibatan Pihak Lain

Baca: Nekat Kejar Jambret yang Merampas HP-nya, Motor Gadis Ini Ditendang Pelaku Hingga

Baca: Kagumi Tokoh Rose dalam Film Titanic, Tak Disangka Perempuan Ini Sampai Rela Begini

Mereka inilah yang masuk dalam kategori swing voters yang akan menentukan pemenang Pilpres 2019.

Heri lebih lanjut menjelaskan, Jokowi harus berhati-hati karena banyak situasi politik dampak Pilkada DKI Jakarta yang akan terus terjadi, dan kemungkinan besar mempengaruhi Pilpres 2019.

"Kemarin ada Reuni 212. Kekuatan sosial kemasyarakatan ini akan terus bergulir dan pasti akan ada korelasi dengan situasi politik," kata Heri.

Meski terpaut tipis, Heri melihat Jokowi masih memiliki peluang pada 2019.

Keberhasilan pembangunan infrastruktur dapat menjadi modal Jokowi untuk semakin mengerek elektabilitasnya, meskipun dampak pembangunan infrastuktur tidak mungkin bisa dirasakan seketika.

"Ini poin positif. Kalau barang ini bisa dipoles, akan dahsyat untuk Jokowi di 2019," kata Heri.

Survei Orkestra yang dilakukan dari 6 November 2017 hingga 20 November 2017 ini melibatkan 1.300 responden dari 34 provinsi dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error 3 persen.

Responden adalah penduduk Indonesia berumur minimal 17 tahun, dengan didasarkan pada aspek gender, geografi, sosio kultural dan sosio ekonomi, serta ideologi politik responden.

Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara langsung tatap muka dengan panduan kuesioner oleh surveyor.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved