Ramadan Mubaraq
Ini Tips Tetap Sehat Mejalani Puasa Ramadan Bagi Anak
PUASA Ramadan wajib bagi muslim yang sudah baligh dan berakal. Belakangan, tidak sedikit anak-anak yang sudah berpuasa selayaknya
Penulis: rida | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM - PUASA Ramadan wajib bagi muslim yang sudah baligh dan berakal. Belakangan, tidak sedikit anak-anak yang sudah berpuasa selayaknya orang dewasa yakni dimulai pada waktu Sahur hingga waktu berbuka yakni saat Magrib tiba.
Anak-anak berpuasa sehari penuh menurut dr. Byanicha Aurora tidak berakibat timbulnya gangguan kesehatan. Menurutnya tidak ada salahnya jika seorang ibu menginginkan anaknya menjalankan puasa ramadan sehari penuh sebelum mereka menginjak masa pubertas.
"Terkadang banyak ibu yang mengkhawatirkan efek terhadap tumbuh kembang dan kesehatan jika anak yang masih kecil ingin ikut berpuasa. Padahal tidak masalah," ungkapnya, Jumat (19/5).
Dokter Orin, begitu ia kerap disapa menjelaskan Puasa adalah kondisi ketika tidak ada bahan makanan yang masuk ke dalam tubuh sehingga cadangan karbohidrat dalam tubuh mulai digunakan sebagai sumber energi. Cadangan karbohidrat di dalam tubuh itu bisa berupa glukosa didalam hati (glikogen), lemak, dan protein di otot.
"Secara normalnya, keadaan tubuh saat berpuasa menyebabkan perubahan metabolik dan hormonal, perubahan yang terjadi antara lain menurunnya berat badan, pengurangan kadar lemak tubuh (trigliseride), menurunnya tekanan darah, menurunnya gula darah dan kolesterol," paparnya.
Hal ini tentu juga bermanfaat untuk membantu menurunkan berat badan pada anak obesitas. Efek lain yang menguntungkan untuk anak adalah menghambat pertumbuhan sel kanker, keadaan tubuh saat berpuasa juga meningkatkan produksi hormon yang berkontribusi pada keuntungan jangka panjang dari puasa salah satunya menstimulasi produksi hormon pertumbuhan, memperbaiki sel-sel yang rusak, dan membantu membersihkan sisa-sisa pencernaan tubuh.
"Pada saat tubuh tidak ada nutrisi baru yang diserap ke dalam darah untuk diolah menjadi energi, tubuh akan memenuhi kebutuhan energi dengan mencari sumber energi yang ada dari simpanan cadangan karbohidrat agar konsentrasi dalam darah tetap pada tingkat yang diperlukan untuk memenuhi energi jaringan," ungkapnya.
Salah satu caranya yaitu dengan mengkonversi lemak menjadi sumber energi sehingga mengakibatkan berkurangnya kadar lemak tubuh, tubuh kita memerlukan glukosa dalam proses metabolisme lemak menjadi sumber energi karena asam lemak tidak bisa diubah menjadi glukosa, maka dari itu sebaiknya ada cadangan karbohidrat yang cukup saat sahur dengan mengkonsumsi nasi ataupun makanan yang manis.
Solusi Obesitas
BERBEDA hal nya dalam kemampuan tubuh untuk memenuhi kebutuhan metabolisme otak, karena otak hanya dapat menggunakan glukosa sebagai bahan bakar untuk bermetabolisme, tubuh akan tetap mempertahankan kadar glukosa dalam darah dengan meningkatkan pengambilan cadangan glukosa hati (glikogen) menjadi glukosa darah yang juga akan diubah menjadi energi.
"Orangtua tidak perlu khawatir tidak tercukupinya nutrisi anak karena puasa. Berat badan dan tinggi badan mereka tidak akan turun di bawah percentile awal hanya karena tidak sarapan atau pun makan siang," tegas Orin.
Hormon-hormon pankreas yaitu glucagon sangat responsif pada keadaan menurunnya kadar gula darah dengan cara mengubah cadangan glukosa hati menjadi glukosa darah, sehingga kebutuhan energi harian tubuh tetap akan terpenuhi.
"Tubuh kita juga akan otomatis menurunkan kecepatan metabolisme sehingga menghambat penggunaan glukosa oleh banyak jaringan tubuh, kecuali otak, sehingga glukosa dapat digunakan oleh otak yang mutlak memerlukannya," sebut Orin.
Menurunnya kecepatan metabolisme, kata Orin, lebih meningkatkan pembentukan sistem imun (kekebalan tubuh), karena meningkatnya hormon kortisol yang merangsang penguraian protein dibanyak jaringan terutama otot.
Protein otot diuraikan menjadi asam amino untuk digunakan sebagai cadangan energi, untuk memperbaiki jaringan yang rusak, dan membentuk struktur sel baru.