Sabtu, 25 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Sekolah Lagi Dengan Cara Utang ke Bank, Siapa Takut

Langkah cepat yang mereka ambil biasanya ialah meminjam uang. Bisa meminjam ke kantor, keluarga, bahkan tak sedikit yang mengutang ke bank.

Editor: Duanto AS

Jadi, sebelum mengambil kredit pendidikan, pikirkan betul masak-masak. Salah satu pertimbangannya ialah, seberapa banyak keluasan waktu Anda untuk melakoni pendidikan yang lebih tinggi.

“Apakah harus sekarang kuliah lagi? Jika tidak, bisa ditunda dulu, sehingga punya waktu menabung. Pendidikan, kan, tidak pernah ada selesainya, hanya biayanya saja yang akan naik setiap tahun,” ungkap Freddy.

Namun, jika memang sekarang merupakan waktu yang tepat untuk menempuh pendidikan lagi, enggak ada salahnya mengambil kredit pendidikan. Apalagi, memang tidak ada sumber lain kecuali meminjam bank.

Dengan syarat utama: besaran cicilan tiap tak membuat kantong bolong. Freddy menegaskan, maksimal nilai angsuran 30% dari penghasilan bulanan jika memang tak ada beban cicilan lainnya.

Kalau ada angsuran lain, setelah mengambil kredit pendidikan, Budi menuturkan, total cicilan kredit per bulan masih di bawah 35% dari pendapatan bulanan agar kemampuan membayar tetap terjaga. “Tapi, masih boleh sampai 40% bila ada cicilan kredit pemilikan rumah (KPR),” tambah Eko Endarto, Perencana Keuangan Financia Consulting.

Biaya lain

Nah, bagi yang ingin memanfaatkan kredit pendidikan, ada beberapa hal lain yang perlu menjadi perhatian Anda.

Pertama, setelah lulus pendidikan lanjutan itu, apakah Anda akan mendapatkan jabatan baru yang lebih tinggi atau tambahan gaji. Jika iya, Freddy bilang, enggak ada salahnya mengambil kredit bank.

Kedua, dana pinjaman dari bank mencukupi sampai pendidikan selesai. Jangan sampai uangnya tidak cukup yang kemudian memaksa Anda menambah pinjaman bank.

Ketiga, jenjang pendidikan yang akan Anda ambil. Ini berkaitan dengan masa pembayaran cicilan kredit. Sebab, Budi menyarankan, sebaiknya jangka waktu atau tenor pinjaman tak lebih dari tiga tahun.

Keempat, prosedur pelunasan sebagian ataupun keseluruhan utang. Lalu, apakah ada biaya-biaya yang akan dikeluarkan kalau melakukan pelunasan sebagian atau keseluruhan.

Kelima, arus kas (cash flow). Apakah ada pengeluaran yang meningkat terkait dengan pendidikan. Contoh, biaya kos, transportasi, buku dan makan bila sekolah di luar kota.

Keenam, proteksi jiwa. Budi meminta, pengambil kredit pendidikan untuk melindungi diri dengan asuransi jiwa, agar keluarga tidak terbebani dengan cicilan utang seandainya terjadi risiko meninggal dunia.

Eko mengingatkan, berhubung kredit pendidikan sama seperti pinjaman lainnya yang bersifat konsumtif, maka Anda mesti pintar-pintar mengelolanya. Maklum, bunganya relatif tinggi dibandingkan dengan KPR.

Fasilitas itu benar-benar hanya dipakai untuk membiayai pendidikan. Sehingga, kredit tersebut bisa dianggap sebagai investasi pendidikan.

Tapi seharusnya, Eko mengatakan, memperoleh biaya pendidikan lewat persiapan yaitu dengan melakukan investasi. Salah satunya, dengan berinvestasi di reksadana saham. “Sebab, biaya pendidikan bukan hanya biaya masuk, biasanya banyak biaya lain yang juga tidak kalah besar,” ujarnya.

Sekali lagi, pertimbangkan betul sebelum ambil kredit. (Francisca Bertha Vistika)

Sumber: Kontan
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved