Inilah Para Pemimpin Dunia yang Dicap Berbahaya karena Berpotensi Memecah-belah Rakyatnya

Amnesty International (AI) juga mengatakan banyak pemerintahan dunia mengeksploitasi pengungsi untuk kepentingan politik.

Editor: Nani Rachmaini
donald trump 

Kelompok AI secara khusus mengacu pada perintah eksekutif Trump bulan lalu yang melarang masuknya pengungsi dan imigran dari tujuh negara mayoritas Muslim.

Menurut mereka, Trump mewujudkan "retorika penuh kebencian xenofobia pra-pemilu" menjadi tindakan dengan menandatangani ketetapan itu.

Presiden AS, yang baru-baru mengatakan ia orang “yang paling kurang rasis” dan “paling kurang anti-Semit,” diagendakan untuk meluncurkan perintah eksekutif baru pekan ini.

AI juga menyebutkan Duterte, Erdogan, dan Orban sebagai pemimpin yang menggunakan retorika “kita versus mereka.”

"Tahun 2016 adalah tahun ketika penggunaan narasi sinis ‘kita vs mereka’ yang penuh tudingan, kebencian dan ketakutan, jadi begitu menonjol di seluruh dunia dalam tingkat yang tidak pernah tampak sejak 1930-an," kata Shetty merujuk tahun di mana Adolf Hitler naik ke tampuk kekuasaan di Jerman.

"Sebuah tatanan dunia baru yang menganggap HAM sebagai penghalang kepentingan nasional membuat kemampuan untuk mengatasi kekejaman massal sangat rendah, membuka pintu bagi pelanggaran yang dulu terjadi pada zaman paling kelam dari sejarah manusia."

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved