Kutukan Abadi Han Wee Sing Masih Bergaung di Lasem

SEBUAH makam di Desa Babagan, dengan batu nisan (bong) yang dicat warna putih dengan penegas aksara Tiongkok berwarna hitam menjadi penanda.

National Geographic
Makam Han Wee Sing atau Han Du Chun atau Han Siong Kong terletak di Desa Babagan, Lasem, Jawa Tengah. Kisah legenda kutukan yang berasal dari makam Han Wee Sing menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Lasem. (Feri Latief) 

Menurut catatan keluarga Han di Surabaya, kelima anak Han Siong Kong lahir di Lasem. Namun, tiada papan arwah sang ibunda di Rumah Abu Keluarga Han, Surabaya. Diduga, istri Han Siong Kong adalah wanita asal Lasem—bukan keturunan Cina.

Suatu ketika pagi hari sambil mencecapi sarapan nasi semur di warung Jenghai, Karangturi, saya sempat melontar pertanyaan,”Pak, tau cerita tentang makam Han?” Jenghai menyambar, “Itu terkenal, Mbak! Serem itu!”

Seorang pemuda yang sedang serius membatik lelet di rokoknya mendongak, “Saya pernah dengar, itu yang kutukan keluarga Han nggak bisa hidup di Lasem kan ya?”

Saya menjawab, “Iya.”

Jenghai menambahkan, “Banyak tamu yang selalu tanya tentang bong dan ceritanya. Lasem jadi terkenal karena Han itu juga ya.”

Kisah Han Wee Sing seolah turut menjadi magnet Lasem, menjadi wacana alternatif penyokong sejarah Lasem. Sekali lagi, Lasem menjadi salah satu tempat yang layak untuk diperjuangkan menjadi daerah cagar budaya nasional mengingat begitu banyak warisan tinggalan leluhur: bangunan, akulturasi budaya sampai kumpulan kolektif memori. Kisah keberadaan Han Siong Kong salah satunya, tak dapat disangkal sebagai salah satu kisah pusaka Lasem.(Agni Malagina, pemerhati budaya Cina FIB-UI)

Editor: duanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved