Di Desa Ini, Pendudunya Sudah Tujuh Turunan tak Bicara
Kata kolok, dikenal sebagai "pembicaraan orang tuli"
Kolok
Di Bali, banyak penduduk lokal menyebut desa Bengkala sebagai "Desa Kolok" atau Desa Tuli. Di Bengkala jumlah penduduk tuli lebih tinggi dibandingkan orang yang terlahir normal selama lebih dari tujuh generasi. Ada sekitar 3000 penduduk desa telah tuli sejak lahir.
Jumlah tersebut sangatlah banyak. Sebagai perbandingan, dari 1000 kelahiran bayi di Amerika Serikat, ada dua hingga tiga anak yang terlahir tuli. Tingginya persentase tuli disebabkan oleh gen resesif geografis-centric, yang disebut DFNB3, yang telah hadir di desa selama lebih dari tujuh generasi.
Selama bertahun-tahun, penduduk desa percaya tuli itu hasil dari kutukan.
"Cerita yang terkenal adalah bahwa dua orang dengan kekuatan sihir berperang satu sama lain dan kemudian mengutuk satu sama lain untuk menjadi tuli," kata Ida Mardana, walikota desa Bengkala, yang bisa berbicara Bali, Indonesia, dan Inggris, dan kata kolok.
Ia mengatakan, arti dari Bengkala adalah tempat bagi seseorang untuk bersembunyi.