Eksklusif Tribun Jambi
Ikan Terkecil di Dunia Ditemukan di Kumpeh Jambi
Diam-diam Jambi memiliki biota air yang luar biasa. Adalah Paedocypris progenetica. Yakni ikan yang
Penulis: Dedy Nurdin | Editor: Fifi Suryani
Dari segi warna, ikan ini sedikit terlihat transparan dan agak kecoklatan mengikuti warna air. Di bagian ekor terdapat warna merah.
Di habitatnya sungai atau rawa gambut, ikan Paedocypris progenetica hidup di perairan dangkal, dan di antara rerumputan di rawa atau sungai gambut.
Paedocypris progenetica, biasanya akan melepas telur menjelang musim penghujan, mengikuti siklus musim dan akan melepas telur karena pengaruh panas.
Dalam proses perkawinannya, jenis ikan yang mendapat predikat terkecil di dunia ini akan sama-sama melepas telur dan sperma, selanjutnya akan menempel di rumput atau dinding sungai.
"Sekali melepas telur sekitar 200 sampai 500," kata Tedjo.
Keunikan lainnya, jika pada jenis ikan lain membutuhkan waktu beberapa hari untuk menetas. Namun, Paedocypris progenetica akan menetas dalam jangka waktu 24 jam.
"Setelah menetas ada sisa telur. Sisa telurnya inilah untuk makan selama beberapa hari, sampai benar-benar siap mencari makan sendiri," sambung Tedjo.
Di alamnya, ikan ini akan memakan plankton yang mengalir di air. Meski di sejumlah wilayah provinsi di Sumatera terdapat lahan gambut, namun, ikan jenis ini hanya ditemukan di perairan gambut Kumpeh Ilir. Di sepanjang perairan sungai dan gambut, di Pematang Raman, Arang-arang, Kumpeh Ilir hingga kawasan Berbak.
"Memang di Sumsel, atau daerah lain ada gambutnya, tapi hanya ditemukan di Kumpeh. Di Kalimantan ada gambut, endemik ikannya juga mirip dengan di Sumatera, tapi sejauh ini tidak ditemukan di sana. Ini sebetulnya endemik Jambi," katanya.
"Sekitar Danau Harapan sampai Suak Kandis dan rawa sekitar Berbak. Di Desa Puding, di hampir setiap rawa gambut,"kata Tedjo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/11112015_ikan-terkecil_20151111_175931.jpg)