Sabtu, 9 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Eksklusif Tribun Jambi

Ikan Terkecil di Dunia Ditemukan di Kumpeh Jambi

Diam-diam Jambi memiliki biota air yang luar biasa. Adalah Paedocypris progenetica. Yakni ikan yang

Tayang:
Penulis: Dedy Nurdin | Editor: Fifi Suryani

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Diam-diam Jambi memiliki biota air yang luar biasa. Adalah Paedocypris progenetica. Yakni ikan yang dikategorikan terkecil di dunia. Fauna istimewa yang telah mendapat pengakuan dunia internasional ini hanya terdapat di Jambi.

Ini terungkap berdasarkan hasil penelitian Maurice Kottelat, bersama beberapa rekannya Britz, Tan dan White beberapa tahun lalu. Mereka adalah peneliti ikan dunia dari Raffles Museum of Biodiversity Research, Singapura.

Hanya saja, meski telah ditetapkan sebagai aset Internasional, sayangnya belum ada perlindungan khusus dilakukan terhadap kekayaan Alam Jambi ini.

Sabtu (7/11) lalu Tribun sempat berbincang dengan satu di antara peneliti ikan Jambi, Dr Tedjo Sukmono, yang dikenal sebagai dosen biologi Universitas Jambi, sekaligus peneliti yang telah membuat daftar lebih dari 300 jenis ikan yang hidup di Jambi.

"Kenapa Kottelat menyebut sebagai ikan terkecil di dunia, karena panjang 1 cm dia sudah matang gonat, sudah matang kelamin itu artinya ikan ini sudah bisa berkembang biak. Makanya disebut ikan terkecil sedunia," ungkap Dr Tedjo.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Ikan Paedocypris progenetica saat ini sudah masuk dalam daftar jurnal ikan terkecil dunia, yang sudah mendapat pengakuan internasional.

"Penelitinya ini mengakui, dunia internasional sudah mengakui ikan terkecil di dunia adanya di Indonesia, dan itu hanya ada di Jambi. Orang luar yang mengakui, tapi kita kok malah nggak ekspos," kata Dr Tedjo.

Dr Tedjo menuturkan, di tahun 1999 hingga 2006, Morice Kottelate bersama beberapa rekannya melakukan penelitian di Jambi. Mereka menyusuri Sungai Batanghari serta anak sungai dan danau sekitarnya hingga ke Kerinci. Selama melakukan penelitian Cottelate merilis sejumlah ikan endemik Jambi.

Kemudian ditemukan ikan terkecil di dunia ini di sekitar rawa dan sungai gambut di wilayah Kumpeh Ilir.

Ukurannya sangat kecil, hanya sekitar 1 cm, ikan yang bagi warga kumpeh ini disebut ikan seluang, yang hidup di sungai dan rawa gambut.

"Itu endemik Jambi, sayangnya daerah kita belum mengangkat. Dijempol dia nempel, ukuran satu centimeter itu dia sudah ukuran dewasa,"kata Tedjo.

Tedjo memaparkan, ikan itu memang masuk dalam jenis ikan seluang (rasbora). Hanya saja ukurannya jauh lebih kecil dari ikan seluang pada umumnya.

Ikan ini sudah ada sejak lama. Hanya saja baru dirilis sekitar tahun 2006. Paedocypris progenetica tergolong ikan yang cukup unik, dan hidup di perairan gambut berwarna kecoklatan, dengan PH 5-6.

Pada kadar PH yang begitu rendah untuk jenis ikan tertentu akan sulit bertahan hidup. "Tapi kalau dia dipindah ke air tawar belum tentu hidup,"kata Tedjo.

Dari segi fisik, ikan Paedocypris progenetica, endemik Kumpeh Ilir ini, ada kemiripan dengan ikan seluang. Hanya saja dari ukuran kematangan gonat, ikan seluang pada umumnya baru mengalami matang gonat pada ukuran di atas 5 cm.

Dari segi warna, ikan ini sedikit terlihat transparan dan agak kecoklatan mengikuti warna air. Di bagian ekor terdapat warna merah.

Di habitatnya sungai atau rawa gambut, ikan Paedocypris progenetica hidup di perairan dangkal, dan di antara rerumputan di rawa atau sungai gambut.

Paedocypris progenetica, biasanya akan melepas telur menjelang musim penghujan, mengikuti siklus musim dan akan melepas telur karena pengaruh panas.

Dalam proses perkawinannya, jenis ikan yang mendapat predikat terkecil di dunia ini akan sama-sama melepas telur dan sperma, selanjutnya akan menempel di rumput atau dinding sungai.

"Sekali melepas telur sekitar 200 sampai 500," kata Tedjo.

Keunikan lainnya, jika pada jenis ikan lain membutuhkan waktu beberapa hari untuk menetas. Namun, Paedocypris progenetica akan menetas dalam jangka waktu 24 jam.

"Setelah menetas ada sisa telur. Sisa telurnya inilah untuk makan selama beberapa hari, sampai benar-benar siap mencari makan sendiri," sambung Tedjo.

Di alamnya, ikan ini akan memakan plankton yang mengalir di air. Meski di sejumlah wilayah provinsi di Sumatera terdapat lahan gambut, namun, ikan jenis ini hanya ditemukan di perairan gambut Kumpeh Ilir. Di sepanjang perairan sungai dan gambut, di Pematang Raman, Arang-arang, Kumpeh Ilir hingga kawasan Berbak.

"Memang di Sumsel, atau daerah lain ada gambutnya, tapi hanya ditemukan di Kumpeh. Di Kalimantan ada gambut, endemik ikannya juga mirip dengan di Sumatera, tapi sejauh ini tidak ditemukan di sana. Ini sebetulnya endemik Jambi," katanya.

"Sekitar Danau Harapan sampai Suak Kandis dan rawa sekitar Berbak. Di Desa Puding, di hampir setiap rawa gambut,"kata Tedjo.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved