Jumat, 8 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Eksklusif Tribun Jambi

Ikan Terkecil di Dunia Ditemukan di Kumpeh Jambi

Diam-diam Jambi memiliki biota air yang luar biasa. Adalah Paedocypris progenetica. Yakni ikan yang

Tayang:
Penulis: Dedy Nurdin | Editor: Fifi Suryani

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Diam-diam Jambi memiliki biota air yang luar biasa. Adalah Paedocypris progenetica. Yakni ikan yang dikategorikan terkecil di dunia. Fauna istimewa yang telah mendapat pengakuan dunia internasional ini hanya terdapat di Jambi.

Ini terungkap berdasarkan hasil penelitian Maurice Kottelat, bersama beberapa rekannya Britz, Tan dan White beberapa tahun lalu. Mereka adalah peneliti ikan dunia dari Raffles Museum of Biodiversity Research, Singapura.

Hanya saja, meski telah ditetapkan sebagai aset Internasional, sayangnya belum ada perlindungan khusus dilakukan terhadap kekayaan Alam Jambi ini.

Sabtu (7/11) lalu Tribun sempat berbincang dengan satu di antara peneliti ikan Jambi, Dr Tedjo Sukmono, yang dikenal sebagai dosen biologi Universitas Jambi, sekaligus peneliti yang telah membuat daftar lebih dari 300 jenis ikan yang hidup di Jambi.

"Kenapa Kottelat menyebut sebagai ikan terkecil di dunia, karena panjang 1 cm dia sudah matang gonat, sudah matang kelamin itu artinya ikan ini sudah bisa berkembang biak. Makanya disebut ikan terkecil sedunia," ungkap Dr Tedjo.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Ikan Paedocypris progenetica saat ini sudah masuk dalam daftar jurnal ikan terkecil dunia, yang sudah mendapat pengakuan internasional.

"Penelitinya ini mengakui, dunia internasional sudah mengakui ikan terkecil di dunia adanya di Indonesia, dan itu hanya ada di Jambi. Orang luar yang mengakui, tapi kita kok malah nggak ekspos," kata Dr Tedjo.

Dr Tedjo menuturkan, di tahun 1999 hingga 2006, Morice Kottelate bersama beberapa rekannya melakukan penelitian di Jambi. Mereka menyusuri Sungai Batanghari serta anak sungai dan danau sekitarnya hingga ke Kerinci. Selama melakukan penelitian Cottelate merilis sejumlah ikan endemik Jambi.

Kemudian ditemukan ikan terkecil di dunia ini di sekitar rawa dan sungai gambut di wilayah Kumpeh Ilir.

Ukurannya sangat kecil, hanya sekitar 1 cm, ikan yang bagi warga kumpeh ini disebut ikan seluang, yang hidup di sungai dan rawa gambut.

"Itu endemik Jambi, sayangnya daerah kita belum mengangkat. Dijempol dia nempel, ukuran satu centimeter itu dia sudah ukuran dewasa,"kata Tedjo.

Tedjo memaparkan, ikan itu memang masuk dalam jenis ikan seluang (rasbora). Hanya saja ukurannya jauh lebih kecil dari ikan seluang pada umumnya.

Ikan ini sudah ada sejak lama. Hanya saja baru dirilis sekitar tahun 2006. Paedocypris progenetica tergolong ikan yang cukup unik, dan hidup di perairan gambut berwarna kecoklatan, dengan PH 5-6.

Pada kadar PH yang begitu rendah untuk jenis ikan tertentu akan sulit bertahan hidup. "Tapi kalau dia dipindah ke air tawar belum tentu hidup,"kata Tedjo.

Dari segi fisik, ikan Paedocypris progenetica, endemik Kumpeh Ilir ini, ada kemiripan dengan ikan seluang. Hanya saja dari ukuran kematangan gonat, ikan seluang pada umumnya baru mengalami matang gonat pada ukuran di atas 5 cm.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved