Berita Bungo
Sungai Batang Bungo Tercemar, Ratusan Warga Gerebek Lokasi PETI di Bungo, 11 Mesin Dompeng Dibakar
Sungai Batang Bungo Tercemar, Ratusan Warga Gerebek Lokasi PETI di Bungo, 11 Mesin Dompeng Dibakar
Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Deni Satria Budi
Sungai Batang Bungo Tercemar, Ratusan Warga Gerebek Lokasi PETI di Bungo, 11 Mesin Dompeng Dibakar
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Ratusan warga yang berasal dari tiga dusun di Kabupaten Bungo, menggerebek lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).
Dalam peristiwa yang berlangsung Sabtu (27/7/2019) itu, warga membakar alat yang diduga digunakan untuk aktivitas PETI atau dompeng.
Dari informasi yang Tribunjambi.com peroleh, warga berasal dari tiga dusun di Kecamatan Rantau Pandan, yaitu Dusun Rantau Duku, Lubuk Mayan, dan Tebing Tinggi.
Baca: Petugas Menyelam ke Dasar Sungai Angkat Mesin Dompeng yang Disembunyikan, 42 Rakit Dibakar di Bungo
Baca: IPR Sudah Pernah Dibuat, Ini Titik Awal Polemik PETI di Sarolangun
Baca: Jadwal Laga Pramusim 2019, Chelsea vs Reading yang Bertanding Pukul 22.00 WIB Malam Ini
Satu di antara warga, Zainal mengatakan, penggerebekan ke lokasi PETI itu mereka lakukan lantaran kesal karena tercemarnya air sungai.
"Sungai Batang Bungo ini sudah keruh nian. Untuk mandi saja sudah tidak layak, apalagi untuk diminum. Airnya bau dan tidak jernih lagi, gara-gara dompeng," sebut Zainal, kesal .
Lokasi PETI itu berada di Dusun Rantau Pandan yang letaknya di hulu sungai. Pantauan Tribunjambi.com, kondisi air di sungai tersebut berwarna kuning kecokelatan.

Dalam aksi tersebut, warga membakar rakit serta alat-alat lain yang diduga digunakan untuk aktivitas dompeng..
Terpisah, Rio (kepala desa) Dusun Rantau Duku, Seh Kholik saat dimintai keterangan mengatakan, kekeruhan air mulai terjadi sejak adanya PETI di hulu Sungai Batang Bungo.
Menurutnya, kondisi air sudah keruh dan tidak layak di konsumsi lagi, sehingga membuat kemarahan warga memuncak.
Baca: Polres Bungo Ringkus 22 Pelaku Kasus Narkotika, Selama Dua Bulan, Diantaranya 2 Perempuan
Baca: Pak RT Keceplosan Sebut Hanya Mencium Ungkap Pelaku Pencabulan Bocah 5 Tahun
Baca: Detik-detik Aksi Heroik Satgas Tinombala Selamatkan Ibu Melahirkan, Waktu Tak Lebih dari 6 Jam
"Limbah PETI itu sengaja dibuang ke Sungai Batang Bungo. Karena itulah, keruh air di sini. Padahal, kami sudah pernah menyurati yang bersangkutan," ujarnya.
Meski sudah pernah disurati namun, kata dia, imbauan itu tidak diindakan.
Saat dilakukan penggerebekan lokasi PETI, warga tidak menemukan aktivitas yang sedang berjalan. Namun, 11 unit mesin dompeng yang ada di lokasi dibakar warga.
“Pas warga datang, tidak ada aktivitas yang berjalan. Tapi ada 11 mesin dompeng yang dibakar," ungkap Rio Dusun Rantau Duku.
Tak hanya mesin, semua alat-alat yang ada di lokasi juga dibakar warga yang turun ke lokasi dompeng.