Sidang Kasus OTT CPNS Muarojambi

Sidang Kasus Suap Penerimaan CPNS Murojambi, Saksi Ahli Sebut Pasal yang Didakwa Kurang Tepat

Sidang Kasus Suap Penerimaan CPNS Murojambi, Saksi Ahli Sebut Pasal yang Didakwa Kurang Tepat

Sidang Kasus Suap Penerimaan CPNS Murojambi, Saksi Ahli Sebut Pasal yang Didakwa Kurang Tepat
Tribunjambi/Jaka HB
Sidang Kasus Suap Penerimaan CPNS Murojambi, Saksi Ahli Sebut Pasal yang Didakwa Kurang Tepat 

Sidang Kasus Suap Penerimaan CPNS Murojambi, Saksi Ahli Sebut Pasal yang Didakwa Kurang Tepat

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Sidang lanjutan kasus suap penerimaan CPNS di Muaro Jambi, dengan terdakwa M Yusuf, mendengarkan saksi ahli hukum meringankan terdakwa di Pengadilan Negeri Tipikor Jambi, Rabu (15/5/2019).

Usman, Ahli Hukum Pidana Universitas Jambi mengatakan, secara struktural terdakwa tidak memiliki kewenangan dalam meluluskan seseorang untuk menjadi PNS.

Dia menegaskan terdakwa tidak dapat di jerat dengan pasal yang di dakwaan jaksa saat ini.

Baca: Penampilan Vanessa Angel Kenakan Hijab saat di Persidangan Curi Perhatian

Baca: Kasus Dugaan Suap CPNS Muarojambi, Salimah: Suami Saya Dijemput Tanpa Surat Penangkapan

Baca: MAYJEN TNI Kena Tilang Polantas, Kapolda Turun Tangan Minta Maaf, Poniman Bilang Saya yang Salah

"Kalau dikenakan pasal 12A kurang tepat, karena terdakwa tidak memiliki kewenangan. Begitu juga pasal 12E, dari dakwaan yang saya baca, tidak ada permintaan dan unsur paksaan oleh terdakwa," ungkap Usman.

"Jadi menurut saya, terdakwa layak dijerat pasal 11. Kalau pasal 11 juga seharusnya pemberi uang atau korban, juga dapat menjadi tersangka," beber saksi ahli.

"Seharusnya pasal 11, karena jika pasal yang di dakwakan itu dia terdakwa tidak ada permintaan dan unsur paksaan oleh terdakwa," tegas saksi ahli meringankan, di depan majelis hakim yang diketuai Dedi Muchti Nugroho.

Baca: Tak Bisa Melihat, Ibu di Kerinci Ini Hidupi 3 Orang Anak Sendirian, dan Hanya Berharap Bantuan Warga

Baca: Ternyata Segini Penghasilan Bill Gates, Bisa Dapat Rp 5,5 Juta per Detik, Harta Tak Habis 7 Turunan

Baca: Jaksa Tolak Eksepsi Terduga Korupsi Bank Mandiri, Samratulangi, Jambi

Jika dijerat dengan pasal 11 seharusnya pemberi juga dapat di jadikan tersangka.

Sebelumnya diketahui dalam kasus ini M Yusuf merupakan Kasubag Pengangkatan di Badan Kepegawaian Daerah BKD Kabupaten Muarojambi, pada saat tertangkap tangan, tim kejaksaan menemukan pesejumlah barang bukti uang tunai sebesar Rp 19,3 juta.

Uang tersebut merupakan uang panjar, dari uang yang dijanjikan sebesar Rp 100 juta rupiah, dari peserta tes CPNS Muaro Jambi tahun anggaran 2018.

Yakni saksi Nasrul Asmawan. Diduga bahwa hadiah atau janji berupa uang tersebut diberikan untuk membantu meluluskan saksi dalam seleksi CPNS.

Sidang Kasus Suap Penerimaan CPNS Murojambi, Saksi Ahli Sebut Pasal yang Didakwa Kurang Tepat (Jaka HB/Tribun Jambi)

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved