Kasus Dugaan Suap CPNS Muarojambi, Salimah: Suami Saya Dijemput Tanpa Surat Penangkapan

Salimah menjadi saksi dugaan suap CPNS Muarojambi yang meringankan terdakwa Yusuf, pada Senin (29/4).

Kasus Dugaan Suap CPNS Muarojambi, Salimah: Suami Saya Dijemput Tanpa Surat Penangkapan
tribunjambi/syamsul
Kejari Muarojambi tetapkan Muhammad Yusuf, Pegawai BKD Muarojambi menjadi tersangka kasus penerimaan CPNS 2018. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI -Salimah menjadi saksi dugaan suap CPNS Muarojambi yang meringankan terdakwa Yusuf, pada Senin (29/4).

Salimah yang merupakan istri terdakwa Yusuf mengatakan suaminya dijemput pihak Kejaksaan Muarojambi tanpa surat penangkapan.

"Penangkapannya setahu saya tidak ada surat penangkapan yang mulia," kata Salimah.

Salimah adalah istri dari M Yusuf, Kasubbid Pengangkatan BKD Muarojambi yang didakwa menerima suap pada penerimaan CPNS Muarojambi tahun lalu.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Dedy Muchti Nugroho, Salimah menceritakan soal penangkapan suaminya oleh pihak Kejaksaan.

Dikatakan Salimah, sebelum pihak Kejaksaan menangkap M Yusuf. Suaminya itu memang kedatangan tamu. Namun saat itu dia belum tau siapa tamu itu dan apa tujuannya. Belakangan tamu tersebut diketahui adalah Asrul Asmawan, CPNS Muarojambi.

Baca: Ini Nama-nama Caleg di Muarojambi yang Diprediksi Duduk di DPRD Muarojambi

Baca: Foto Rahmad Caleg NasDem Tertukar Perempuan, Ketua KPU Batanghari Siap Tanggung Jawab Sampai Akhirat

Baca: Dua Hari Kementerian Perdagangan Pantau Harga Bahan Pokok di Jambi Jelang Ramadan, Ini Hasilnya

Baca: Bupati Bungo Laporkan LKPJ 2018, Masalah Pendidikan, Kesehatan dan Perkim Jadi Sorotan Dewan

Baca: Happening in May, Tunjukkan Kartu Pegawai Bisa Dapat Diskon 30 Persen Makan di Swiss-Belhotel Jambi

Diceritakan Salimah, Asrul saat itu tidak terlalu lama berada di rumahnya. Suaminya dan Asrul cuma berbincang selama kurang lebih 10 menit. Setelah itu Asrul langsung meninggalkan kediamannya.

"Setelah lima menit tamu pergi, suami saya masih berada di depan rumah dan ditangkap penyidik Kejari. Kemudian dibawa ke ruang tamu," tutur Salimah.

Diungkapkan Salimah, saat menangkap suaminya, penyidik Kejaksaan datang bersama wartawan. Setelah menangkap M Yusuf, penyidik Kejari langsung membawa M Yusuf tanpa adanya surat penangkapan.

Salimah mengatakan tamu yang awalnya datang menemui suaminya itu memberikan sejumlah uang yang dibungkus dengan plastik hitam.

Kata Salimah, Asrul adalah satu-satunya orang yang datang ke rumahnya menyerahkan uang. Sebelumnya belum pernah ada yang melakukan hal demikian. Bahkan dia pun tidak tahu jika Asrul merupakan CPNS Muarojambi.

Sebelumnya pernah disebutkan jika terdakwa M Yusuf meminta uang kepada Asrul untuk jadi modal istrinya yang saat itu maju sebagai calon legislatif DPRD Muarojambi. Dalam persidangan kali ini, Salimah mengakui jika dirinya memang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dari Partai PAN.

Yusuf didakwa melanggar Pasal 11 Jo Pasal 12 huruf e UU RI No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas UU No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca: Edukasi Masyarakat Tentang Investasi Bodong, Bursa Efek Indonesia Libatkan Mahasiswa dan Komunitas

Baca: Dana BOS Telah Ditransfer, Disdik Muarojambi Minta Kepala Sekolah Segera Cairkan

Baca: Cegah Website Pemerintah Diretas, Diskominfo Muarojambi Akan Kerjasama dengan Badan Cyber

Baca: 14 Petugas Pemilu di Sarolangun Jatuh Sakit, Satu Orang Kena Stroke Ada yang Kecelakaan

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved