Replanting Sawit

Hasil Produksi Turun, 55 Ribu Hektare Lahan Sawit di Muarojambi, Wajib di Replanting

Hasil Produksi Turun, 55 Ribu Hektare Lahan Sawit di Muarojambi, Wajib di Replanting

Hasil Produksi Turun, 55 Ribu Hektare Lahan Sawit di Muarojambi, Wajib di Replanting
Tribunjambi/Samsul Bahri
Hasil Produksi Turun, 55 Ribu Hektare Lahan Sawit di Muarojambi, Wajib di Replanting 

Hasil Produksi Turun, 55 Ribu Hektare Lahan Sawit di Muarojambi, Wajib di Replanting

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Seluas 22 ribu hektare lahan kelapa sawit yang ada di Kabupaten Muarojambi, sudah wajib untuk dilakukan replanting.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Muarojambi, Zulkarnain.

Menurut Zulkarnain, luas itu dikategorikan berdasarkan umur, sementara jika dilihat dari kondisi dan hasil produksi, setidaknya ada 55 ribu hektare lahan kelapa sawit yang perlu dilakukan replanting.

55 Ribu Hektare Lahan Sawit di Muarojambi, Wajib di Replanting
55 Ribu Hektare Lahan Sawit di Muarojambi, Wajib di Replanting (Tribunjambi/Samsul Bahri)

“Kalau kita lihat dari segi umur itu luas yang sudah wajib di replanting dengan umur di atas 25 tahun itu ada 22 ribu hektare. Tapi kalau kita lihat dari kondisinya itu ada 55 ribu hektare,” ungkapnya.

Lebih lanjut Ia menerangkan bahwa replanting kelapa sawit sudah sepatutnya dilakukan oleh petani swadaya ataupun pihak perusahaan.

Zulkarnain mengatakan bahwa rerata saat ini sekali produksi untuk satu hektare lahan hanya 400 kilo.

“Makanya sekarang sudah wajib untuk dilakukan replanting, karena produksinya sudah tidak bagus lagi. Produksi sekarang rata-rata satu hektarenya 400 kilo, padahal itu bisa sampai delapan ton, kalo tidak tentu semakin lama mereka hasilnya terus berkurang,” ujarnya.

Baca: Diduga Dibakar, 2 Hektar Lahan Sawit di Bungo, Hangus Terbakar, Pemadaman Habiskan 17 Ribu Liter Air

Baca: Sidang Kasus Suap Penerimaan CPNS Murojambi, Saksi Ahli Sebut Pasal yang Didakwa Kurang Tepat

Baca: MAYJEN TNI Kena Tilang Polantas, Kapolda Turun Tangan Minta Maaf, Poniman Bilang Saya yang Salah

Lebih lanjut Ia menerangkan bahwa pihaknya terus berupaya untuk mensosialisasikan program replanting kepada masyarakat. Meskipun memang menurutnya, untuk mengubah pola pikir petani itu cukup sulit.

“Kita terus kasih tau ke masyarakat bahwa memang sekarang sudah saatnya dilakukan replanting, kalo dampaknya memang di mulai dari awal lagi, tapi itu sudah seharusnya. Pemerintah minta petani untuk mandiri, sulit memang untuk mengubah pola pikir masyarakat,” sebut Zulkarnain.

Baca: Tak Bisa Melihat, Ibu di Kerinci Ini Hidupi 3 Orang Anak Sendirian, dan Hanya Berharap Bantuan Warga

Baca: Jadwal dan Link Live Streaming MotoGP Prancis 2019 Siaran Langsung Trans7 Mulai 17 Mei 2019

Baca: Ternyata Segini Penghasilan Bill Gates, Bisa Dapat Rp 5,5 Juta per Detik, Harta Tak Habis 7 Turunan

Seperti diungkapkannya, tahun lalu ada 430 hektare lahan yang tidak jadi dilakukan replanting, padahal menurutnya lahan tersebut merupakan lahan yang diajukan oleh masyarakat swadaya.

Ini dikatakan Zulkarnain karena masyarakat masih ragu untuk di lakukan replanting, mengingat tidak adanya mata pencaharian lain.

Baca: TRAGEDI Penembakan di Masjid Selandia Baru akan Dibikin Film, Berjudul Hello Brother

Baca: Hadapi Perang Dagang Trump, Tidak Ada Pilihan Mudah bagi China

Baca: Puasa dan Pengharapan Pahala Secara Matematis

“Kendala nya itu ada di petani. Mereka ragu karena belum ada kerjaan lain selain sawit itu, mereka mikir mau makan apa. Padahal kami sudah usahakan koordinasi dengan pertanian untuk memberi bibit jagung, tapi petani tidak mau. Ya tadi, kami minta masyarakat mandiri,” katanya.

“Kita kasih tau ke masyarakat, memang sudah saatnya di lakukan replanting. Itu yang paling banyak di Bahar, Daerah sekernan itu misalnya di Pasar Minggu,” pungkasnya.

Hasil Produksi Turun, 55 Ribu Hektare Lahan Sawit di Muarojambi, Wajib di Replanting (Samsul Bahri/Tribun Jambi)

Penulis: syamsul
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved