Pilpres 2019

Pertanyakan Data dari Klaim 54 Persen Prabowo-Sandi, Yunarto Wijaya Harapkan Ada Data Pembuktian

Pertanyakan Data dari Klaim 54 Persen Prabowo-Sandi, Yunarto Wijaya Harapkan Ada Data Pembuktian

Pertanyakan Data dari Klaim 54 Persen Prabowo-Sandi, Yunarto Wijaya Harapkan Ada Data Pembuktian
ist
Andre Rosiade Sindir Sosok 'Banci Tampil', Yunarto Pastikan Pecahnya Koalisi Dilihat Setelah 22 Mei 

Pertanyakan Data dari Klaim 54 Persen Prabowo-Sandi, Yunarto Wijaya Harapkan Ada Data Pembuktian

TRIBUNJAMBI.COM - Bila sebelumnya menyatakan unggul di angka 62 persen untuk suara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya mempertanyakan hasil rekapitulasi suara internal Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang menyebut kemenangan kubu 02 di angka 54,2 persen.

Diberitakan TribunWow.com, hal tersebut disampaikan Yunarto saat menjadi narasumber di program 'Kompas Petang' yang tayang di KompasTV, Rabu (15/5/2019).

Awalnya, Yunarto menyebutkan, dirinya mengharapkan data yang 'bombastis' dari BPN terkait data yang menunjukkan adanya kecurangan, serta data yang menunjukkan kemenangan kubu 02.

Baca Juga:

Masih Berlangsung! Live Streaming PSS Sleman vs Arema FC, Skor Sementara 1-1, Siapa Bawa 3 Poin?

Prabowo Tolak Hasil Pilpres, Jokowi Hanya Tanggapi Serahkan ke KPU, Demokrat Dukung Gugatan ke MK

Penampilan Vanessa Angel Kenakan Hijab saat di Persidangan Curi Perhatian

Upaya Pencegahan Illegal Drilling, Bupati Batanghari Kirim Surat ke KLHK

"Tiga hari pertama, mungkin sampai sekarang, quick count dianggap bermasalah, abal-abal, sihir science," kata Yunarto.

"Kemudian sekarang KPU yang dianggap bermasalah, Bawaslu pun didemo."

"Saya berharap sekali, berarti ada sebuah data yang sangat bombastis, yang bisa membuktikan bahwa semua pihak yang telah disebutkan tadi itu salah," ungkap dia.

Yunarto memaparkan, dirinya menyebut data tersebut harus bombastis karena BPN harus bisa membuktikan bahwa 12 lembaga survei salah dan berbohong saat menyajikan hasil quick count.

BPN juga, papar Yunarto, harus bisa membuktikan bahwa situng dan rekapitulasi berjenjang KPU salah.

"Mereka ingin membuktikan 12 lembaga survei salah semua, berbohong bersama. Ingin membuktikan juga situng KPU dan rekap berjenjang KPU berarti salah semua," kata Yunarto.

"Rekap berjenjang loh, yang ada dari TPS sampai sekarang sudah di level provinsi. Jadi datanya saya harapkan bombastis sekali ketika kemarin mereka ekspos," sambung dia.

Halaman
123
Editor: ekoprasetyo
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved