Sindikat Perdagangan Baby Lobster di Jambi Dikendalikan Bos di Tiongkok, Dua Orang Jadi Buronan

Kasus perdagangan baby lobster di Jambi libatkan warga Cina. Kombes Pol Fauzi Bachti Moetji mengatakan, warga Cina tersebut sebagai tenaga ahli.

Sindikat Perdagangan Baby Lobster di Jambi Dikendalikan Bos di Tiongkok, Dua Orang Jadi Buronan
Tribunjambi/Fadly
Ditpolairud berhasil menangkap enam orang pelaku, Yakni Kong Huping, LC, HR, ZI, PA dan HI sindikat perdagangan baby lobster. 

Dua Pelaku Masih Menjadi Buron Oleh Ditpolairud Polda Jambi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kasus perdagangan baby lobster di Jambi libatkan warga Cina. Dirpolairud Polda Jambi, Kombes Pol Fauzi Bachti Moetji mengatakan, warga Cina tersebut sebagai tenaga ahli.

Tenaga ahli tersebut yakni Kong Huping. "Ini warga Cina, tak bisa berbahasa Indonesia sebagai tenaga ahli," kata Dirpolairud Polda Jambi, Kombes Pol Fauzi Bachti Moetji, Selasa (14/5).

Polairud Polda Jambi berhasil menangkap enam orang pelaku beserta 81 ribu ekor baby lobster di kawasan Simpang Rimbo. "Di sana kita temukan kolam penampungan sementara beby Lobster tersebut," jelasnya.

Ia mengatakan saat ini timnya masih mengejar pelaku lainnya berinisial JN dan TN. "Dia (TN) berada di Tiongkok, diduga dia yang mengendalikan baby lobster ini," ujarnya.

Kombes Pol Fauzi menjelaskan, jika TN dan JN saling berhubungan. JN berdomisili di Provinsi Jambi, sedangkan TN di Tiongkok.

"Menurut sumber yang kita peroleh, bahwa TN berkomunikasi dengan JN untUk mencarikan lokasi tempat penampungan sementara baby lobster ini, dan kemudian WNA tersebut disuruh untuk mengawasi lokasi penanampungan serta packing di Kota Jambi, dan WNA ini mengajak dua penerjemahnya," jelas Kombes Pol Fauzi.

Baca: Warga Cina yang Terlibat Sindikat Perdagangan Baby Lobster di Jambi, Ternyata Buronan Bareskrim

Baca: Kronologi Penangkapan Warga Kepri Jaringan Narkoba Internasional, Ada Letusan Senjata di Rumah Makan

Baca: Sindikat Perdagangan Baby Lobster di Jambi Libatkan Warga Cina, Ini Perannya Dalam Perdagangan Gelap

Baca: MUI dan FKUB Muarojambi Tolak Aksi People Power Demi Keutuhan NKRI

Baca: VIDEO VIRAL! Sekelompok Anak Remaja Kurang Ajar Buli Seorang Kakek di Malaysia

Benih lobster yang jadi barang bukti diduga dari daerah Jawa. Benih lobster itu diterima oleh JN di kawasan Alam Barajo, Kota Jambi.

"Di letakan di kolam penampungan sementara dulu, lalu dipacking dan kemudian dikirim ke Batam dan Singapur melalui jalur laut," jelasnya.

Ia mengatakan saat ini lokasi penampungan sementara tersebut telah di police line oleh aparat Kepolisian. "Dari hasil pengembangan kegiatan ini berlangusung sejak awal Tahun 2019 ini," jelasnya.

Penulis: Muuhammad Ferry Fadly
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved