Dinkes Sarolangun Kembali Temukan Bahan Makanan Mengandung Formalin dan Boraks di Pasar Sarolangun

Usai ditemukan di Pasar Singkut, bahan makanan mengandung formalin kembali ditemukan di Pasar Sarolangun.

Dinkes Sarolangun Kembali Temukan Bahan Makanan Mengandung Formalin dan Boraks di Pasar Sarolangun
Tribunjambi/Wahyu
Kepala Dinas Kesehatan Sarolangun, Adnan menunjukkan bahan makanan yang mengandung boraks dan formalin. 

Dinkes Sarolangun Kembali Temukan Bahan Makanan Mengandung Formalin dan Boraks di Pasar Sarolangun.

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Usai ditemukan di Pasar Singkut, bahan makanan mengandung formalin kembali ditemukan di Pasar Sarolangun.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun kembali menemukan bahan makanan yang mengandung formalin dan boraks yang dijual pedagang di Pasar Sarolangun.

Bahan makanan yang ditemukan mengandung formalin berupa mi basah persis sama mi yang dijual pedagang di Pasar Singkut.

Hasil uji laboratorium, Dinas Kesehatan Sarolangun juga menemukan makanan kue bawang yang mengandung boraks.

Kepala Dinas Kesehatan, Adnan, mengatakan bahwa pihaknya akan menindak lanjuti penemuan bahan makanan yang mengandung formalin dan boraks.

Baca: Siswa SD di Bungo Jambi Tewas Ditabrak Orang Tak Dikenal, Warga Curiga dengan Pengendara Motor Sport

Baca: Tujuh Lokasi di Kota Sungai Penuh Jambi ini Rawan Kejahatan, 7 Anggota Pol PP Siaga di Setiap Titik

Baca: Puluhan Korban Kebakaran di Mendahara Jambi Diusulkan Dapat Bantuan dari Kementerian Sosial

Baca: Pemkab Merangin Jambi Tengah Memproses Pemberhentian Kades Sido Lego yang Tersandung Kasus Asusila

Baca: Potret Keganasan Si Jago Merah Ngamuk di Muara Bungo, Jambi, Lima Bedeng Ludes Terbakar

"Kita tindak lanjuti ke Sarolangun, kita beli ke pedagang, mi yang sama seperti dengan yang di Singkut ternyata sama mengandung formalin. Lalu kue bawang, persiapan lebaran, ternyata kami lihat di pasaran tidak memungkinkan seperti yang kita bikin sendiri, sehingga kami coba barang jadi yang tinggal goreng itu, setelah kami periksa ternyata mengandung boraks," katanya pada Tribunjambi.com sambil memperlihatkan kedua bahan makanan tersebut. Jumat (10/9).

Mi basah ini biasanya digunakan untuk makanan bakso, mi ayam dan rujak mi. Sementara formalin ini seharusnya digunakan sebagai bahan pembunuh kumah, pembersih lantai, zat pewarna, bahan pengawet produk kosmetik, hingga bahan pengawet mayat.

Sedangkan boraks adalah zat kimia yang terdapat dalam produk-produk rumah tangga seperti detergen, plastik, perabot kayu, dan kosmetik.

Meski memiliki banyak kegunaan dalam dunia industri, penggunaan yang tidak seharusnya bisa sangat berbahaya bagi kesehatan, apalagi jika masuk ke dalam tubuh lewat makanan.

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved