Hikmah Ramadan
Kultum Ramadan ' Ahli Ibadah yang Masuk Neraka' Cocok Dibacakan Sebelum Salat Tarawih
Diantara upaya memperbanyak amal ibadah kepada Allah SWT dengan mendengarkan kultum yang biasanya dibacakan sebelum salat tarawih.
Penulis: Heri Prihartono | Editor:
TRIBUNJAMBI.COM - Bulan ramadan meruapakan saat yang tepat untuk memperbanyak amal ibadah kepada Allah SWT.
Dengan memperbanyak amal ibadah kepada Allah SWT, telah menjadi bagian dari usaha menjalankan syariat agama islam.
Diantara upaya memperbanyak amal ibadah kepada Allah SWT dengan mendengarkan kultum yang biasanya dibacakan sebelum salat tarawih.
konsultasisyariah.com Alhamdulillah dipertengahan bulan Ramadhan ini kita masih diberi kekuatan untuk menjalankan ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya. Pada kesempatan ini kami akan mengetengahkan sebuah rubrik Kultum Ramadhan yang dapat membantu para dai, kyai dan asatidz menyampaikan risalah agama ini.
Baca: 10 Tips Sukses Melaksanakan Ibadah Sepanjang Bulan Ramadan,Simak Caranya Ya
Baca: Andi Malarangeng Blak-blakan, Demokrat tak Pernah Diundang ke War Room BPN, Ngaku Sudah 70 persen
Baca: Sinopsis Film Captain America: Winter Soldier di GTV, Steve Rogers Hajar Bucky Demi Selamatkan Dunia
Baca: PUSKESMAS Ditutup, Gegara Perawat Sering Kesurupan dan Pasien Trauma Melihat Sosok Hitam Mengerikan
Ahli Ibadah, tapi Ahli Neraka
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُورِ الدُّنْيَا وَالدِّينِ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ أَشْرَفِ الـمُرْسَلِينَ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَـعِينَ،
وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه، أَمَّا بَعْدُ
Kaum muslimin yang dirahmati Allah,
Puji syukur kita haturkan ke hadhirat Allah, atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, kita dimudahkan untuk melaksanakan berbagai ketaatan dan ibadah kepada-Nya. Kita bersyukur kepada Allah, atas petunjuk yang Dia curahkan kepada kita, sehingga kita bisa menyembah-Nya,beribadah kepada-Nya dan tunduk terhadap aturan-Nya.
Betapa banyak manusia di alam ini yang tersesat, sehingga mereka tidak menyembah Allah, namun yang mereka sembah adalah setan. Mereka menyembah, namun salah sasaran. Kita dan mereka sama-sama ibadah. Bedanya, kita beribadah kepada Tuhan yang benar, Al-Haq. Sementara mereka beribadah kepada tuhan yang batil, menyembah thaghut, yang tidak layak untuk disembah.
Baca: Pilgub Jambi, Irjen Pol Muchlis AS, Sebut Belum Terpikir untuk Berpolitik
Baca: Resep telur Dadar Sambal Matah Cocok Buat Sajian Buka Puasa,Murah, Nikmat dan Bergizi
Baca: VIDEO: Penampakan Lokasi Bukit Soeharto, Calon Ibu Kota RI yang Ditinjau Jokowi
Baca: Akhirnya Terungkap Arti Setan Gundul dan 62 Cuitan Andi Arief, Begini Penjelasan Didi Irawadi
Hadhirin yang saya hormati…,
Kita dan mereka sama-sama capek, kita dan mereka sama-sama mengorbankan waktu dan tenaga. Bahkan bisa jadi, mereka lebih capek dibandingkan kita.
Allah berfirman menceritakan keadaan salah satu ahli neraka,
عَامِلَةٌ نَاصِبَةٌ . تَصْلَى نَارًا حَامِيَةً
“Rajin beramal lagi kepayahan, namun, memasuki api yang sangat panas (neraka).” (QS. Al-Ghasyiyah: 3 – 4).
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan satu riwayat dari Abu Imran Al-Jauni, bahwa suatu ketika Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu pernah melewati sebuah kuil, yang ditinggali seorang rahib nasrani.
Umarpun memanggilnya, ‘Hai rahib… hai rahib.’ Rahib itupun menoleh. Ketika itu, Umar terus memandangi sang Rahib. Dia perhatikan ada banyak bekas ibadah di tubuhnya. Kemudian tiba-tiba Umar menangis.