Emosi Dituduh Maling HP di Angkot, Bambang Bawa Sajam Cari Hambali, Kini Nasibnya di Pengadilan

Karena emosi dituduh mencuri handphone, Bambang Irawan bawa senjata tajam mencari Hambali. Kini ia hadapi tuntutan pidana 1 tahun 6 bulan.

Emosi Dituduh Maling HP di Angkot, Bambang Bawa Sajam Cari Hambali, Kini Nasibnya di Pengadilan
Tribunjambi/Jaka HB
Di Pengadilan Negeri Jambi terdakwa Bambang Irawan mengaku emosi karena dia dituduh macam-macam oleh rekannya. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Karena emosi dituduh mencuri handphone, Bambang Irawan bawa senjata tajam mencari Hambali. Kini ia hadapi tuntutan pidana 1 tahun 6 bulan.

“Dengan ini menuntut terdakwa Bambang Irawan dengan hukuman selama 1 tahun 6 bulan kurungan penjara,” kata Winda Muharrani selaku Jaksa Penuntut Umum, pada Kamis (2/5) lalu.

Bambang mengaku menyesal setelah mendengar tuntutannya. Dia mengaku kala itu dalam kondisi emosi sehingga membawa pedang tersebut.

“Saya minta maaf yang mulia, saya sangat menyesal dan berjanji tidak akan mengulanginya kembali. Waktu itu saya lagi emosi yang mulia,” ungkap Bambang.

Usai mendengarkan tuntutan dan tanggapan terdakwa, Ketua majelis hakim, Pengadilan Negeri Jambi, Arfan Yani menunda pesidangan hingga Kamis (9/5) mendatang dengan agenda penyampaian pledoi atau nota pembelaan.

Baca: Hasil Panen Petani Tak Cukup Penuhi Kebutuhan Pasar, Pasokan Cabai di Kota Jambi Andalkan dari Curup

Baca: VIDEO: Detik-detik Pesawat Sukhoi Terbakar saat Mendarat Darurat di Rusia, Puluhan Penumpang Tewas

Baca: 7 Offet Satwa Senilai Rp 20 Juta Akan Dimusnahkan Usai Lebaran, Ada Harimau Sumatera dan Macan Tutul

Baca: Tiga Hari Pertama Ramadan, Siswa Sekolah di Bungo Diliburkan

Baca: Wacana Ilegal Drilling di Jambi Dilegalkan, ESDM Sebut Tak Ada Peluang Kecuali Hal Ini Dilakukan

Dalam amar tuntutannya, perbuatan Bambang dinilai telah memenuhi unsur melawan hukum yaitu, menguasai, membawa, mempunyai persediaaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, mempergunakan atau mengeluarkan sesuatu senjata penikam.

“Atau senjata penusuk berupa satu bilah pisau yang terbuat dari besi panjang lebih kurang 25,5 cm bersarung coklat dan bergagang warna hitam tanpa memiliki izin dari pihak yang berwenang dan tidak ada hubungan dengan pekerjaan terdakwa.” ungkap Winda, dihadapan majelis hakim yang diketuai oleh Arfan Yani.

Terkait hal itu, Bambang Irawan dianggap telah melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951.

Untuk diketahui, Bambang diciduk aparat kepolisian karena menindak lanjuti laporan Hambali. Saat itu Bambang diduga mengancam keselamatan Hambali dengan membawa sebilah pedang untuk mencari keberadaan Hambali. Ia malakukan aksi tersebut karena merasa dituduh oleh Hambali melakukan aksi pencurian sebuah handphone milik penumpang di angkot milik Hambali. Selain itu, Bambang juga diketahui pernah dihukum selama 6 tahun kurungan penjara dalam kasus curanmor. 

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved