Jelang Ramadan, Dua Pasangan Digelandang Satpol PP Saat Operasi di Eks Payo Sigadung Kota Jambi

Wakil Wali Kota Jambi, Maulana memimpin langsung operasi penertiban tempat hiburan malam.

Jelang Ramadan, Dua Pasangan Digelandang Satpol PP Saat Operasi di Eks Payo Sigadung Kota Jambi
Tribunjambi/Rohmayana
Dua pasangan bukan suami istri digelandang Satpol PP Kota Jambi saat operasi di tempat hiburan eks Payo Sigadung. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Wakil Wali Kota Jambi, Maulana memimpin langsung operasi penertiban tempat hiburan malam. Hal ini dilakukan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan.

Operasi penertiban tersebut melibatkan tim gabungan Dandempom dan Polresta Jambi. Menurutnya sesuai dengan surat edaran Wali Kota Jambi, semua pengelola tempat hiburan agar menghentikan aktivitas selama bulan suci Ramadan dimulai dari H-3 Ramadan hingga H+3 Lebaran Idul Fitri.

"Kami membagi 2 tim, tim 1 sudah melakukan operasi keliling, ternyata memang semua pengelola tempat hiburan mematuhi itu. Jadi kami menemukan semuanya sudah tutup. Saya sangat menghargai kepada pengelola tempat hiburan yang mentaati aturan," kata Maulana usai operasi tempat hiburan, Jumat (3/5).

Sementara tim dua yang melakukan operasi di wilayah sekitar eks Payo Sigadung, sebagian tempat hiburan juga tutup. Namun, tim menemukan dua pasangan bukan suami istri di lokasi tersebut. Dan langsung dibawa ke kantor Satpol PP Kota Jambi.

"Hanya ditemukan dua pasang dan itupun belum pasti baru dicurigai dan akan ditindaklanjuti di kantor satpol PP," katanya.

Wakil Wali Kota Jambi memimpin langsung operasi tempat hiburan jelang Ramadan.
Wakil Wali Kota Jambi memimpin langsung operasi tempat hiburan jelang Ramadan. (Tribunjambi/Rohmayana)

Sedangkan lokasi hiburan tempat penangkapan dua pasangan tersebut sudah disegel. "Perintahnya tegas berdasarkan surat edaran itu bagi yang melanggar ditutup. Kami sudah keliling, tim 1 dan tidak menemukan ada yang buka, artinya memang mereka patuh dan taat terhadap peraturan dan regulasi pemerintah kota Jambi," ujarnya.

Kata Maulana, Pemkot Jambi menghargai pengelola tempat hiburan yang sadar aturan dengan menutup lokasi usahanya selama Ramadan. "Tapi bagi yang masih bandel akan kita segel," ujarnya.

Menurutnya operasi tersebut dilakukan agar masyarakat Kota Jambi lebih khusyuk dalam melaksanakan ibadah. "Kami menghaturkan permohonan maaf apabila dalam keseharian memimpin proses pelayanan publik terdapat hal yang kurang berkenan," kata Maulana.

Baca: Tanda-tanda Pemprov Jambi Batal Serahkan Tiga Aset Penting pada Pemkot Jambi

Baca: Ngaku Wartawan, Seorang Pria Ngotot Tolak Tes Urine, Petugas Tawari Mau di Tempat Karaoke atau Polda

Baca: VIDEO: Nikmati Sore Sambil Nyeruput Kopi Susu di O Kopi, Kedai Kopi Mungil yang Sajikan Kopi Jambi

Baca: Arif Munandar Sebut Banyak Warga Jambi Malas Urus Administrasi Penduduk, Ini Dampak dan Risikonya

Baca: VIDEO: Libatkan Panti Asuhan se Kota Jambi, SIJ dan TDA Gelar Senandung Cinta Ramadan Jilid III

Dirinya juga mengimbau bagi umat lain untuk menghormati dan menghargai warga Kota Jambi yang melaksanakan ibadah puasa. Termasuk pemilik usaha kuliner.

"Karena tentu ada agama lain yang tidak berpuasa mereka tetap beraktivitas dan tempat hiburan sudah saya tekankan tadi harus tutup dalam rangka bulan suci Ramadan," pungkasnya.

Sementara itu, Yan Ismar Kepala Satpol PP Kota Jambi mengatakan bahwa beberapa hari ini pihaknya akan giat melaksanakan operasi penertiban tempat hiburan. "Kita akan keliling terus untuk memastikan bahwa semua tempat hiburan sudah ditutup," katanya.

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved