Berita Viral
Kota Garut Geger Karena 19 Bocah Lakukan Seks Menyimpang di Lapangan Bola Usai Nonton Video P0rno
Kota Garut Geger Karena 19 Bocah Lakukan Seks Menyimpang di Lapangan Bola Usai Nonton Video P0rno
Kota Garut Geger Karena 19 Bocah Lakukan Seks Menyimpang di Lapangan Bola Usai Nonton Video P0rno
TRIBUNJAMBI.COM - Kabar menggegerkan daerah Jawa Barat, sebanyak 19 anak di bawah umur melakukan seks menyimpang (sodomi) di Kecamatan Garut Kota, Jawa Barat.
Tindakan menyimpang tersebut terbongkar setelah orang tua satu di antara mereka memergoki hal terlarang tersebut dan melaporkannya pada kepolisian.
Tak hanya itu, salah seorang korban yang juga merupakan pelaku turut mengakui perbuatannya pada kedua orang tuanya.
Baca Juga:
Mahfud MD Disarankan Temannya Agar Tak Layani Debat soal Input Data, Nunggu Manual Saja
Begini Cara Membaca Pesan WhatsApp Tanpa Harus Membukanya, Hingga Pengirim Tak Melihat Centang Biru
Kriss Hatta Jalani Sidang Perdananya Soal Kasus Pernikahannya Bareng Hilda Vitria, 3 Saksi Dibawa
Jelang Ramadan 2019, Ini Cara Membayar Utang Puasa Ramadan Tahun Lalu & Ketahui Besaran Fidyahnya
Dikutip dari TribunJabar.com, aksi mereka bermula dari kecanduan menonton film porno di ponsel.
Sembilan belas anak ini diketahui adalah bocah-bocah yang tinggal dalam satu kampung.
Hal tersebut dijelaskan oleh ketua RW setempat, SH (35) saat dimintai keterangan.
"Totalnya ada 19 anak yang melakukan perbuatan itu (seks menyimpang). Semuanya teman bermain di satu wilayah," ujar SH Kamis (25/4/2019).
Baca: Suami Ditembak Mati oleh Istri yang Geram Karena Sering Nonton Saluran Porno di Rumah
Dikatakan oleh SH, bocah-bocah tersebut awalnya bermain seperti biasa.
Selesai bermain, mereka ternyata menonton film porno bersama-sama.
"Terakhir habis main bola, mereka nonton video porno di handphone salah satu pemuda," ucap SH.
Sembilan belas anak tersebut akhirnya terinsipirasi dan penasaran untuk melakukannya sendiri.
Atas alasan itu, mereka nekat melakukan seks menyimpang satu sama lain.
"Saya tahu dari laporan orang tua anak-anak itu serta pengakuan korban dan pelaku juga," kata SH.
SH menegaskan, semua korban sudah mendapat penanganan lebih lanjut.
"Sudah ada 19 anak yang terlibat, kalau tidak cepat ditangani korbannya akan banyak. Karena ini menular," ujarnya.