Curah Hujan Tinggi, Peternak di Bungo Diimbau Waspadai Virus, Ini Kata Dinas Peternakan Bungo

Menghadapi tingginya curah hujan, peternak di Kabupaten Bungo diimbau waspadai penyakit ternak.

Curah Hujan Tinggi, Peternak di Bungo Diimbau Waspadai Virus, Ini Kata Dinas Peternakan Bungo
tribunjambi/abdullah usman
Ternak sapi 

Curah Hujan Tinggi, Peternak di Bungo Diimbau Waspadai Virus, Ini Kata Dinas Peternakan Bungo

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Menghadapi tingginya curah hujan, peternak di Kabupaten Bungo diimbau waspada. Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bungo, Saiful Azhar melalui Kabid Peternakan, Enggar Tri Wahyudi menghimbau agar para peternak mengantisipasi penyakit yang ada di musim hujan.

Dia mengatakan, curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir dapat memengaruhi tingkat kesehatan pada hewan ternak. Dampaknya, akan berpengaruh terhadap tingkat kematian hewan.

"Kita mengimbau kepada peternak, agar lebih rajin lagi memeriksa ternak. Perubahan cuaca panas ke dingin secara sporadis, dapat menyebabkan penyakit menyerang unggas, sapi, kambing, dan kerbau ," ucap Enggar.

Katanya, penyakit unggas akibat virus yang sering muncul dan perlu diantisipasi adalah ND (Newcastle Desease) dan Avian Influenza. Sedangkan akibat bakteri, perlu juga diwaspadai penyakit Snot (Pilek/Flu), CRD (Cronic Respiratory Desease)/penyakit pernapasan dan Pullorum (berak putih).

Baca: VIDEO: Empat Hari Hanyut di Sungai Batang Tebo Zahra Ditemukan Tak Bernyawa, Begini Kondisi Jasadnya

Baca: Bensin Eceran Tumpah, Rumah dan Warung Sarinin di Sarolangun Habis Terbakar, Rugi Ratusan Juta

Baca: Warga Bungo Jatuh dari Jembatan Gantung, Bupati Bungo Datangi Rumah Duka dan Kirimkan Doa

Baca: SK CPNS 31 Tenaga Kesehatan Muarojambi Akan Diserahkan Juni, Sekda Minta untuk Sabar Tunggu Bupati

Baca: 17 Ribu Surat Suara Sampai ke Merangin, KPU Merangin Langsung Sortir yang Rusak

Sedangkan untuk hewan ternak sapi, kerbau, dan kambing, yang perlu diantisipasi adalah Tympani (kembung perut), kematian pedet (anak sapi) akibat diare, dan cacingan.

"Karena pada tanah basah, cacing lebih mudah berkembang biak atau menetas. Sehingga, rumput yang sudah ditempeli telur cacing yang dimakan oleh ternak akan berisiko terinfeksi oleh cacing," terangnya.

Untuk mengantisipasi ternak terkena langsung air hujan dan angin, bisa dilakukan dengan memberikan vitamin untuk kekebalan tubuh. Selain ituz ternak yang sakit harus dipisah dengan yang tidak sehat.

"Biosekuriti (Desinfektasi) pada kandang dan peralatan, sanitasi lingkungan, dan vaksinasi rutin. Apabila terjadi hewan sakit, segera hubungi dokter hewan atau petugas peternakan," sebutnya.

Dia pun mengatakan, jika dibutuhkan, Dinas Peternakan dan Perikanan pun akan memberikan pelayanan hingga ke desa-desa.

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved