Berita Kota Jambi

Baru 11 Persen Sampah di Kota Jambi Dikelola Dengan Baik, Ini Upaya yang Dilakukan Walikota Jambi

Baru 11 Persen Sampah di Kota Jambi Dikelola Dengan Baik, Ini Upaya yang Dilakukan Walikota Jambi

Baru 11 Persen Sampah di Kota Jambi Dikelola Dengan Baik, Ini Upaya yang Dilakukan Walikota Jambi
Tribunjambi/Rohmayana
Baru 11 Persen Sampah di Kota Jambi Dikelola Dengan Baik, Ini Upaya yang Dilakukan Walikota Jambi 

Baru 11 Persen Sampah di Kota Jambi Dikelola Dengan Baik, Ini Upaya yang Dilakukan Walikota Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Hingga saat ini baru sekitar 11 persen sampah di Kota Jambi yang berhasil di kelola dengan baik. Targetnya, pada 2025 nanti, Pemkot Jambi akan mampu mengelola sampah sebesar 30 persen hingga mencapai target nasional.

Hal ini disampaikan oleh Walikota Jambi, Syarif Fasha bahwa saat ini terdata sebanyak 1.574 kubik sampah yang diproduksi setiap harinya di Kota Jambi. Dari angka tersebut, baru 11 persen yang bisa di kelola dengan baik yaitu sampah an organik yang dikelola oleh masyarakat.

Baca: Viral Penyerahan 239 SK CPNS Kota Jambi di Tempat Pembuangan Sampah, Ini Kata Syarif Fasha

Baca: Penampakan Ani Yudhoyono, Nyoblos di Atas Ranjang RS Singapura, Hasil Pilpres Luar Negeri Sudah Ada?

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Tonton Live Streaming Crystal Palace vs Man City, Bisa Lewat HP

"Ada bank sampah dan komunitas masyarakat di Kota Jambi yang mengelola sampah dengan baik. Kita harapkan memang seperti itu, jadi sebelum ke TPA sampahnya sudah dipilah terlebih dahulu ditingkat sumber," ujarnya.

Menurut Fasha, pemerintah Kota Jambi saat ini sedang menutup TPA Lama Talang Gulo, karena Kondisinya sudah overload. Selain itu pemerintah kota Jambi akan menangkap gas metan yang ditimbulkan dari tumpukan sampah itu.

Fasha serahkan SK CPNS di Tempat Pembungan Akhir Talang Gulo, Rabu (11/4/2019)
Fasha serahkan SK CPNS di Tempat Pembungan Akhir Talang Gulo, Rabu (11/4/2019) (Humas Kota Jambi)

Diperkirakan ada sebesar 1 juta kubik gas metan yang bisa ditangkap untuk disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk energi gas dan listrik.

"Kurang lebih mungkin sekarang sudah ada 50 atau 60 warga yang sudah menikmati gas metan ini, kita prioritaskan yang berada di lingkungan sekitar," kata Fasha.

Diperkirakan gas tersebut dapat bertahan selama kurang lebih 10 tahun. Selain itu juga nantinya pemerintah akan membangun sarana dan prasarana untuk mengoptimalkan pemakaian gas metan yang timbul dari TPA itu.

Baca: Facebook, Whatsapp, dan Instagram Error! Gangguan Terjadi Hampir di Seluruh Dunia

Baca: Kampus Berprestasi Bhakti Wijaya Kediri Buka Pendaftaran Calon Mahasiswa Baru Tahun 2019

Baca: Dua Pelajar Jambi Dikirim ke Luar Negeri, Ikut Program Pertukaran Pelajar

"Karena ini harus ditutup dulu, dan itu butuh dana besar, karena ditimbun pakai tanah. Semua warga yang ada disini yang jumlahnya 100 KK lebih akan menikmati ini," ujarnya.

Ardi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi menambahkan bahwa setiap harinya, jumlah sampah yang masuk ke TPA Talang gulo sudah mulai berkurang.

Baca: Saat Ahok BTP Gunakan Hak Suaranya di Tokyo, Malah Terjadi Kericuhan di TPS, Ini Kronologinya

Baca: Nonton Live Streaming MotoGP Amerika 2019, Dini Hari Ini Siaran Langsung di Trans7

Sebab, sampah yang diproduksi masyarakat, ada yang dikelola melalui program west to energy (WTE) yang di produksi di Pasar Talang Banjar. Sampah tersebut dikelola dan memproduksi gas serta energi listrik. Untuk sampah dikelola oleh masyarakat menjadi produk yang bernilai ekonomis.

"Jadi, tidak semua 1.574 kubik sampah tersebut masuk ke TPA Talang Gulo," ujarnya.

Baru 11 Persen Sampah di Kota Jambi Dikelola Dengan Baik, Ini Upaya yang Dilakukan Walikota Jambi (Rohmayana/Tribun Jambi)

Penulis: Rohmayana
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved