Jadi Tersangka Korupsi, Dua ASN di Jambi Terancam Dipecat, Ini Kasus yang Menjeratnya

Dua ASN Dinas Penanaman Modal dan Perizianan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jambi terancan dipecat.

Jadi Tersangka Korupsi, Dua ASN di Jambi Terancam Dipecat, Ini Kasus yang Menjeratnya
tribunjambi/Dedy Nurdin
Dua tersangka korupsi program kerjasama Bank Mandiri dengan BPMD dan PPT Provinsi Jambi tahun 2013 senilai 3,4 Miliar. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dua ASN Dinas Penanaman Modal dan Perizianan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jambi terancan dipecat, setelah ditetapkan jadi tersangka korupsi oleh pihak Ditreskrimsus Polda Jambi, Kamis (11/4) kemarin.

ASN tersebut adalah Faridah dan Irfan Rachmadani. Keduanya diduga terlibat kasus tindak pidana korupsi pada program pemberian fasilitas layanan KSM di PT Bank Mandiri KCP Samratulangi, bersama tiga pegawai Bank Mandiri lainya, yang mengakibatkan kerugian mencapai Rp 3,4 miliar.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jambi, Husairi, saat dikonfirmasi Tribunjambi.com, Jumat (12/4) menyebut ia telah mengetahui hal itu melalui pemberitaan media.

Kata Husairi, seharusnya ada tindak cepat dari kepala OPD tempat bersangkutan bekerja melaporkan ke Gubernur, karena ini termasuk pelanggaran berat.

"Lapor ke Gubernur apa permasalahannya. Nanti oleh Gubernur disposisinya apa ke BKD atau ke Inspektorat baru kami lakukan. Prosedurnya begitu, kita sifatnya menunggu," ujar Husairi.

Baca: Dua PNS dan Pegawai Bank di Jambi Jadi Tersangka Korupsi Rp 3,4 Miliar

Baca: Dua Honorer di Tanjab Barat Ditangkap, BNN Menduga Ada Keterlibatan Pemain Narkotika Lapas Tungkal

Baca: Penjual Dawet di Jambi Jadi Terdakwa Pencurian Laptop, Saksi Akui Pintu Rumah Oni Terbuka Cantik

Baca: 26 Pejabat Pemenang Lelang di Tanjab Timur Resmi Dilantik, Ini Nama-namanya

Baca: Kasus Audrey Lagi Jadi Perhatian, Begini Tanggapan Milenial di Jambi Soal Bullying

"Harusnya kepalanya itu harus bertindak cepat, dia lapor ke Gubernur. Kalau dia tidak melaporkan artinya ini pembiaran kalau dia tahu. Kalau ada pembiaran dia juga busa kena," imbuh Husairi.

Dilanjutkan Husairi, sesuai aturan, jika yang ASN tersebut tidak lagi masuk kantor, maka akan diberhentikan sementara dan gajinya dipotong sebesar 50 persen.

"Kalau sudah ingkrah, dan ditetapkan bersalah bisa dipecat dari PNS. Apalagi ini kasus korupsi," pungkasnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved