Penjual Dawet di Jambi Jadi Terdakwa Pencurian Laptop, Saksi Akui Pintu Rumah Oni Terbuka Cantik

Salah seorang penjual es dawet benama Deri Putra di Kota Jambi didakwa mencuri, pada Kamis (11/4).

Penjual Dawet di Jambi Jadi Terdakwa Pencurian Laptop, Saksi Akui Pintu Rumah Oni Terbuka Cantik
Tribunjambi/Jaka HB
Seorang penjual es dawet benama Deri Putra di Kota Jambi didakwa mencuri laptop. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Salah seorang penjual es dawet benama Deri Putra di Kota Jambi didakwa mencuri notebook, pada Kamis (11/4). Pada sidang kali ini Jaksa Penuntut Umum menghadirkan dua saksi, Oni sebagai saksi korban dan Santi keluarga korban yang juga tetangga.

Santi selaku saksi mengatakan dapat cerita dari anaknya kalau ada yang ambil barang di rumah Oni (pemilik rumah). Santi langsung melihat ke sana.

"Pintunya terbuka cantik. Terbuka gitu aja. Tidak dicongkel. Rusak dikit," kata Santi.

Setelah itu Oni mengaku mengenal Deri yang sudah beberapa bulan kerja di dekat rumahnya. "Dia jualan di rumah jadi sering keluar masuk rumah, nitip barang," katanya.

Namun hari kejadian itu Deri Putra tidak datang.

Majelis hakim Pengedilan Negeri Jambi yang diketuai Arfan Yani menunjukkan barang bukti yang ada. Hakim menunjukkan laptop dan linggis. Laptop tersebut kata Oni punya anaknya.

Baca: Dua Honorer di Tanjab Barat Ditangkap, BNN Menduga Ada Keterlibatan Pemain Narkotika Lapas Tungkal

Baca: Kasus Audrey Lagi Jadi Perhatian, Begini Tanggapan Milenial di Jambi Soal Bullying

Baca: Jadi Pengedar Sabu, Dua Honorer di Tanjab Barat Dibekuk BNN Tanjab Timur

Baca: Doraemon Jambret HP Penumpang Gojek di Jambi, 9 Bulan Dikejar Akhirnya Ketangkap Polsek Pasar

Baca: Kasus Mayat di Kebun Teh Kayu Aro Kerinci Mulai Terungkap, Polres Kerinci Tangkap Seorang Lelaki

Sebelumnya diketahui tanggal 19 Januari 2019 terdakwa masuk ke dalam rumah korban. Tercatat terdakwa ambil satu unit notebook, tablet merk Axioo dan dua tabung gas LPG 3 kg. Dan terdakwa membawa ke kosnya di Nusa Indah.

Deri dalam dakwaannya dikatakan menjual notebook merk HP seharga 400 ribu rupiah pada saksi A Royyan.

Oni mengaku alami kerugian 4,6 juta rupiah. Atas perbuatan Deri dijerat pasal 363 ayat (1) ke 5 KUHP.

Lantas sidang pun ditunda Kamis tanggal 25 April 2019.

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved