Mayat Tanpa Kepala di Koper

7 Fakta Pemenggal Kepala Guru di Kediri Budi Hartanto, Ternyata Teman Satu Komunitas

Kepala Budi Hartanto (28) belum ketemu. Proses pencarian potongan kepala korban mutilasi yang jasadnya dibuang di pinggir sungai bawah jembatan

Editor: Duanto AS
Surya.co.id
Budi Hartanto, mayat di dalam koper itu merupakan guru honorer. 

Kepala Budi Hartanto (28) belum ketemu. Proses pencarian potongan kepala korban mutilasi yang jasadnya dibuang di pinggir sungai bawah jembatan Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, belum membuahkan hasil.

TRIBUNJAMBI.COM - Fakta-fakta terbaru pengungkapan kasus guru honorer asal Kediri, Budi Hartanto (28), yang tewas dimutilasi dengan kondisi mayat ditemukan tanpa kepala di dalam koper, ada di artikel ini.

Fakta-fakta terbaru kasus mutilasi guru honorer Budi Hartanto mulai identitas pelaku yang sudah dikantongi penyidik gabungan Polresta Kediri dan Polda Jatim, hingga hasil pencarian kepala korban.

Anda juga bisa membaca curahan hati (curhat) Ibunda Budi yang berharap polisi bisa menemukan pembunuh anaknya.

Proses pencarian potongan kepala Budi Hartanto (28), korban mutilasi yang jasadnya dibuang di pinggir sungai bawah jembatan Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, belum membuahkan hasil.

Polisi masih terus mencari potongan kepala korban dengan cara menyisir sungai di sekitar lokasi ditemukannya koper berisi jasad guru honorer asal Mojoroto, Kota Kediri, itu.

Baca Juga

 Mayat Dalam Koper Tanpa Kepala, Penyebab Guru Kediri Dimutilasi Terungkap, Bukan Guru Honorer Biasa

 Sintong Panjaitan Dapat Didikan Danjen Kopassus Legendaris, Lahirkan 3 Jenderal Berpengaruh

 Keluarga TNI Sejati, Ayah & Anak Jadi Pasukan Kopassus, Akhirnya Menjadi Jenderal & Pimpin Prajurit

 Kisah Cinta Unik Nenek Maia Estianty dan Soekarno, Berawal saat Jumpa di Indekos

"Hari ini (Minggu) kami melakukan penyisiran lagi di lokasi, tapi tetap belum ada hasil," kata Kapolsek Udanawu, AKP Wahyu Satrio Widodo, Minggu (7/4/2019).

AKP Wahyu mengatakan, tiap hari, polisi terus mencari potongan kepala korban.

Proses pencarian difokuskan di sekitar lokasi ditemukan jasad korban.

Polisi menyisir pinggir sungai radius 200 meter ke barat dan 200 meter ke timur dari titik ditemukannya jasad korban.

"Tiap hari, kami terjunkan lima personel untuk menyisir sungai mencari potongan kepala korban," ujarnya.

Dikatakannya, polisi akan terus mencari potongan kepala korban di sekitar lokasi penemuan jasadnya.

Wahyu tidak tahu sampai kapan proses pencarian kepala korban dihentikan.

"Kami menunggu petunjuk atasan, selama belum ada perintah dihentikan, kami akan terus mencari. Besok Senin kami akan melanjutkan pencarian," katanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Solo
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved