Kisah Cinta Unik Nenek Maia Estianty dan Soekarno, Berawal saat Jumpa di Indekos
Ada benang merah antara Maia Estianty dan Soekarno. Ini berawal dari kisah cinta antara
Ada benang merah antara Maia Estianty dan Soekarno. Ini berawal dari kisah cinta antara Oetari dan Soekarno yang unik.
TRIBUNJAMBI.COM - Banyak orang tidak mengetahui ada benang merah antara Maia Estiany dengan Soekarno, Presiden RI yang pertama.
Benang merah itu mulai tersambung ketika Soekarno masih muda.
Perlu diketahui, Siti Oetari Tjokroaminoto merupakan nenek dari penyanyi Maia Estianty.
Siti Oetari merupakan anak dari HOS Cokroaminoto, Pahlawan Nasional Republik Indonesia.

Hal itu terungkap dalam postingan di akun jejaring sosial Instagram @maiaestiantyreal yang memajang foto Siti Oetari.
Bukan cuma itu, Siti Oetari merupakan istri pertama dari Presiden Pertama RI Soekarno.
Baca: Anak Soekarno dengan Pramugari Garuda Indonesia Dilahirkan di Jerman, Kisah Kartini Manoppo
Baca: Tanpa Malu Soekarno Teteskan Air Mata Tangisannya saat Tahu Jenderal Kesayangannya Diculik & Dibunuh
Baca: Dua Kopaska Pakai Trik Siluman Menyusup Senyap ke Kapal Malaysia, Bikin Komandan Musuh Kabur
Baca: Ramalan Zodiak Jumat 5 April 2019 - Pisces Kontrol Emosimu, Sagitarius Full Energy, Virgo Bahagia
"My grandmother, Oetari Tjokroaminoto, was the first wife of the first president of Republic Indonesia, Soekarno.... Nenek saya ini, Oetari Tjokroaminoto adalah istri pertama Presiden RI yg pertama, Soekarno. #maiaestianty #diarymaia #soekarno #istrisoekarno," tulis @maiaestianty.
Kisah cinta antara Oetari dan Soekarno merupakan salah satu percintaan yang unik.
Keduanya bertemu di rumah ayah Oetari, Oemar Said Cokroaminoto.
Saat itu Soekarno yang masih mahasiswa memang tinggal kos di rumah HOS Cokroaminoto.

Seperti dikutip dari buku Istri-istri Soekarno (Reni Nuryanti dkk/2007), Bung Karno berusaha mendekati Oetari, yang dipanggilnya dengan sebutan Lak.
Hingga suatu ketika, dia mengajak anak sulung Tjokroaminoto itu jalan-jalan untuk menikmati senja.
Oetari diajaknya duduk.
Dipandangnya gadis manis itu dengan tatapan Soekarno yang tajam.