Muarojambi Kekurangan Dokter Gigi untuk Penempatan di 12 Puskesmas

Muarojambi Kekurangan Dokter Gigi untuk Penempatan di 12 Puskesmas, untuk Dokter Umum juga Masih Kurang

Muarojambi Kekurangan Dokter Gigi untuk Penempatan di 12 Puskesmas
Tribunjambi/Samsul Bahri
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Muarojambi, Yes Isman 

Muarojambi Kekurangan Dokter Gigi untuk Penempatan di 12 Puskesmas

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Kabupaten Muarojambi, masih kekurangan dokter gigi untuk di tempatkan di puskesmas yang ada di Kabupaten Muarojambi. Hal ini diungkapkan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Muarojambi, Yes Isman.

Dikatakan Yes Isman, dari 22 puskesmas yang ada, hanya ada 10 puskesmas yang memiliki tenaga ahli dalan bidang dokter gigi. Menurutnya, hal itu tentu diperlukan, apalagi di puskesmas yang memang jauh dari rumah sakit.

Baca: KPU Provinsi Jambi Prioritaskan Pendistribusian Logistik Pemilu ke Daerah Terluar dan Rawan Bencana

Baca: Sedang Hamil 5 Bulan, Evi Masamba Hapus Foto Suami di Akun IG-nya. Ini Jeritan Hati Arif Hajrianto

Baca: Pelanggan Ini Merasa Tertipu Promo, Banner di KFC Ternyata Ada Kesalahan Penulisan

"Harapan kita itu setiap puskesmas ada satu dokter gigi, nah dari 22 puskesmas yang ada itu hanya 10 yang terpenuhi, artinya itu kurang 12 dokter gigi kita," bebernya.

Lebih lanjut Ia mengatakan, bahwa dinas kesehatan Kabupaten Muarojambi hanya memberikan informasi data tersebut kepada pemerintah daerah. Sementara untuk pengajuan atau hal lainnya, disampaikan Yes Isman itu di kembalikan kepada pemerintah daerah.

"Sebanyak itulah kebutuhan kita. Kita hanya menyampaikan data formasi kita, apa kurangnya kita, dan itu kembalikan kepada daerah, kita hanya menyampaikan saja," ucapnya.

Pantauan Tribun di Puskesmas, Jumat (27/5/2016), perawat dan bidan terpaksa membuka layanan atau poli di lantai dasar, ruang yang bukan tempat layanan semestinya.
Ilustrasi. Aktivitas di Puskesmas (TRIBUNJAMBI/ANDIKA ARNOLDY)

Selain dokter gigi bilang Yes Isman, kebutuhan dokter umum juga menurutnya masih kurang. Ia katakan bahwa sesuai standar, untuk puskesmas rawat inap itu minimal ada dua.

"Kemudian dokter umum itu harus sesuai standar. Itu kalau non rawat inap minimal satu orang, kalau rawat inap itu minimal dua orang," terangnya.

Ia berharap kepada pemerintah untuk mempertimbangkan jika nantinya ada penerimaan-penerimaan CPNS untu membuka atau mengajukan formasi tersebut. Ia juga berharap kepada yang memiliki basic formasi tersebut untuk jangan ragu mendaftarkan diri.

Baca: VIDEO: Penemuan Cacing Misterius Ini berada di Kawasan Candi Muaro Jambi

Baca: 6,5 Tahun Penjara,Vonis Hakim Sama dengan Tuntutan Jaksa, Amex Terdakwa Sabu, Kembali Lagi ke Lapas

Baca: VIDEO: 31 Tahun Dikubur Jasad Kiai di Blitar Ini Masih Utuh, Warga Kaget Saat Bongkar Makam

"Kita harapkan jika memang ada formasi bukaan penerimaan, ikuti saja. Kita harapkan itulah, sehingga jika terpenuhi, pelayanan terhadap masyarakat bisa lebih maksimal lagi," pungkasnya.

Muarojambi Kekurangan Dokter Gigi untuk Penempatan di 12 Puskesmas (Samsul Bahri/Tribun Jambi)

Penulis: syamsul
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved