Jamaah yang Sudah Berhaji dan Berangkat Lagi Tahun Ini, Dikenakan Biaya Tambahan Visa Progresif

Jamaah yang Sudah Berhaji dan Berangkat Lagi Tahun Ini, Dikenakan Biaya Tambahan Visa Progresif

Jamaah yang Sudah Berhaji dan Berangkat Lagi Tahun Ini, Dikenakan Biaya Tambahan Visa Progresif
Tribunjambi/Wahyu
Kepala Kanwil Kementrian Agama Provinsi Jambi, melalui Kasi Humas M Thoif 

Jamaah yang Sudah Berhaji dan Berangkat Lagi Tahun Ini, Dikenakan Biaya Tambahan Visa Progresif

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Para Jamaah Calon Haji (JCH) dan Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) yang teridentifikasi sudah pernah berhaji dan kembali berangkat haji tahun tahun ini dikenakan biaya visa progresif sebasar 2000 Real Saudi Arabiah atau sekitar Rp 7,5 juta.

Hal itu disampaikan Kepala Kementrian Agama Provinsi Jambi, melalui Kasi Informasi dan Humas M Thoif, kepada Tribunjambi.com, minggu (24/3/2019).

Baca: Hari Pertama Pelipatan Surat Suara di KPU Batanghari, Ditemukan 1.565 Surat Suara Pemilu 2019 Rusak

Baca: KPU Batanghari Libatkan Masyarakat, Sortir dan Lipat Surat Suara Pemilu 2019

Baca: Pelunasan Biaya Haji 2019 Dimulai, Baru 853 Orang Jamaah Provinsi Jambi yang Telah Membayar

Dikatakanya, Informasi ini disampaikan oleh Direktur Pelayanan Haji dalam Negeri, mengingatkan bahwa mulai tahun ini Pemerintah Saudi memberlakukan kebijakan baru, visa progresif bagi jemaah dan petugas Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) yang teridentifikasi sudah pernah berhaji.

Sehubungan itu, Kemenag telah menerbitkan Keputusan Menteri Agama Nomor 140 Tahun 2019 tentang Pembayaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1440H/2019M dan Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor 118 Tahun 2019 tentang Pembayaran Visa Bagi Jemaah Haji dan TPHD Tahun 1440H/2019M.

Baca: VIDEO: 31 Tahun Dikubur Jasad Kiai di Blitar Ini Masih Utuh, Warga Kaget Saat Bongkar Makam

Baca: Dukcapil Sarolangun Serahkan 1127 E-KTP, Sekaligus Lakukan Perekaman Warga SAD

Baca: Dukcapil Muarojambi Persiapkan Penerbitan KIA, Masyarakat Minta Penjelasan Kegunaannya

"Bagi jemaah haji dan TPHD yang sudah pernah berhaji akan dikenakan biaya visa sebesar SAR 2,000 atau setara Rp 7.573.340 dengan kurs SAR 1 senilai Rp 3.786,67," terang M Thoif Minggu (24/3).

Kurs tersebut berdasarkan asumsi pada saat pengesahan BPIH antara DPR dan Pemerintah bulan Februari lalu, lanjutnya.

Disebutkanya, proses pembayaran visa itu dilakukan bersamaan dengan pelunasan BPIH. Sehingga, selain harus membayar selisih BPIH, jemaah dan TPHD yang sudah pernah berhaji juga harus membayar biaya visa.

ilustrasi
ilustrasi (kompas.com)

Pembayaran visa dilakukan bersamaan dengan pelunasan BPIH ke rekening Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) pada Bank Penerima Setoran (BPS) BPIH berdasarkan data Siskohat, terangnya.

Jemaah dan TPHD yang dikenai visa progresif didasarkan pada data e-Hajj yang dikeluarkan oleh Arab Saudi. Namun demikian, sebagai data awal, Kemenag akan mengidentifikasi awal melalui Siskohat. Data siskohat ini juga yang akan menjadi basis awal pengenaan biaya visa progresif yang harus dibayarkan saat pelunasan.

Baca: Sempat Sakit Hati Di-unfollow Syahrini, Seperti Ini Balasan Tak Terduga Hotman Paris ke Incess

Baca: Bupati Safrial Kecewa dengan Pemerintah Provinsi Jambi, Komitmen Gubernur Zola Soal Perbaikan Jalan

Baca: WANITA Ini Meninggal Saat Melahirkan, Terjadi Hal Mengerikan: Dilakukan Secara Kejam

Halaman
12
Penulis: Zulkifli
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved