Sengketa Pemilu, Puluhan Aparat Kawal Proses Mediasi di Bawaslu Sarolangun

Tampak juga tenda, puluhan personil kepolisian bersenjata lengkap hadir untuk mengamankan mediasi sengketa pemilu tersebut.

Sengketa Pemilu, Puluhan Aparat Kawal Proses Mediasi di Bawaslu Sarolangun
tribunjambi/wahyu
Puluhan aparat kepolisian dibantu TNI 0420 Sarko mengamankan jalannya proses mediasi di Bawaslu Sarolangun, Senin (11/3/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Wahyu Herliyanto

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Penanganan sengketa pemilu 2019 di Kabupaten Sarolangun, yang akan memproses tujuh calon legislatif (Caleg) karena dicoret dari Daftar Calon Tetap (DCT), baru akan dimulai di Bawaslu Sarolangun.

Hal tersebut menjadi perhatian khusus terutama bagi para pendukung caleg yang telah dicoret dari DCT.

Puluhan massa yang tergabung dalam pendukung caleg yang telah dicoret memadati pelataran kantor Bawaslu Sarolangun, Senin (11/3/2019).

Baca: KPU Tanjung Jabung Timur Pastikan Tidak Ada WNA Masuk DPT

Baca: Kasus 7 Caleg yang Dicoret KPU Sarolangun, Berlanjut di Persidangan

Baca: Wanita Bawa Bayi Beri Bingkisan, Untuk200 Penumpang Pesawat! Ada Surat, Isinya Amat Mengharukan

Tujuan mereka datang ke Bawaslu untuk melihat langsung proses mediasi yang dilakukan Bawaslu Sarolangun terhadap Caleg yang dicoret dari DCT dan KPU Sarolangun.

Tampak juga tenda, puluhan personil kepolisian bersenjata lengkap hadir untuk mengamankan mediasi sengketa pemilu tersebut.

Untuk menjaga dan menetralisir keadaan ditahun politik ini, Polres Sarolangun telah melakukan upaya pencegahan agar pemilu terlaksana dengan damai.

Kapolres Sarolangun, AKBP Dadan Wira Laksana SIK saat dimintai keterangan pada mediasi di Bawaslu Sarolangun mengatakan, pengawalan yang dilakukan merupakan salah satu tahapan yang dilakukan di Bawaslu Sarolangun dalam penanganan sidang singketa Pemilu 2019.

Dalam sengketa ini, pihaknya sudah menyiapkan personel dan harus siap untuk mengawal.

"Polres Sarolangun menempatkan 75 personil di Bawaslu ditambah lagi dengan kekuatan pengamanan dari TNI 0420 Sarko," jelas Kapolres, Senin (11/3/2019).

Baca: Kisah Nikita Mirzani Sindir Syahrini Sebut Kasian Laki nya Muka nya Kaya Tertekan Gituuuh

Baca: BUAH Ini Dulu Tak Berguna, Kini Paling Diburu Harganya Selangit: Di Brunei Sekilonya Rp 500 Ribu

Baca: 3 Sekolah di Tanjab Timur Ini, Masuk Kategori Rawan UNBK

Massa pendukung salah satu caleg yang dicoret namanya dari DCT oleh KPU Sarolangun, menghadiri proses mediasi yang digelar di Bawaslu Sarolangun, antara penggugat dan KPU Sarolangun, selaku tergugat
Massa pendukung salah satu caleg yang dicoret namanya dari DCT oleh KPU Sarolangun, menghadiri proses mediasi yang digelar di Bawaslu Sarolangun, antara penggugat dan KPU Sarolangun, selaku tergugat (tribunjambi/wahyu)

Pada kesempatan itu, Kapolres Sarolangun mengimbau, agar massa mematuhi proses mediasi. Sebab ini merupakan mekanisme yang harus dijalankan sesuai dengan amanah Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017.

"Jangan sampai melakukan tindak pidana dan tindakan lain. Silahkan tahapan ini diikuti, tunjukkan bahwa kita bangsa Indonesia semakin dewasa dalam berdemokrasi," ujarnya.

Baca: 2 Pengedar Narkoba di Mandiangin, Dibekuk Satnarkoba Polres Sarolangun, Satu Pelaku Berusia Lanjut

Baca: Kisah Jin yang Dengar Bacaan Alquran Lalu Lakukan Ini, Penjelasan Tentang Jin Mukmin dan Kafir

Baca: JENDERAL A Yani Kena 13 Luka Tembak: Hasil Lengkap Otopsi 7 Perwira TNI AD Korban Penculikan

Baca: VIDEO: Viral Baliho Berisi Foto Wanita dan Ajakan Putus dari sang Pacar

Dikatakan Kapolres, untuk massa pendukung caleg dipersilahkan jika ingin mendengarkan agenda Bawaslu. Tetapi jangan sampai ada yang bertindak dan melanggar aturan

"Saya akan tindak tegas bagi siapapun yang ingin melakukan tindakan melawan hukum," katanya.(*)

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved