JENDERAL A Yani Kena 13 Luka Tembak: Hasil Lengkap Otopsi 7 Perwira TNI AD Korban Penculikan

TRIBUNJAMBI.COM - Sejak puluhan tahun silam, fakta di balik peristiwa 1965 terkunci rapat.

JENDERAL A Yani Kena 13 Luka Tembak: Hasil Lengkap Otopsi 7 Perwira TNI AD Korban Penculikan
Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya 

TRIBUNJAMBI.COM - Sejak puluhan tahun silam, fakta di balik peristiwa 1965 terkunci rapat.

Cerita pembantaian para jenderal itu hanya mengalir dari ruang kelas kedokteran satu ke kelas kedokteran yang lain.

Intisari September 2009 dalam judul "Saksi Bisu dari Ruang Forensik" mencoba mengurai itu; mengungkap faktra-fakta yang tersembunyi di balik bangsal-bangsal forensik.

Cerita "pencungkilan" mata dan "pemotongan" penis sejatinya sudah terlebih dahulu terdengar di masyarakat sekitar.

Baca: Kisah Jin yang Dengar Bacaan Alquran Lalu Lakukan Ini, Penjelasan Tentang Jin Mukmin dan Kafir

Tepatnya setelah para korban G30S ditemukan di dalam sumur di Lubang Buaya, Jakarta Timur, 4 Okotober 1965.

Tujuh mayat jenderal itu lantas dibawa ke RSPAD guna diotopsi.

Untuk menangani mayat-mayat tersebut, dibuatlah tim yang terdiri dari dua dokter RSPAD, yaitu dr Brigjen. Roebiono Kartopati dan dr. Kolonel. Frans Pattiasina; lalu ada tiga dari Ilmu Kedokteran Kehakiman UI, Prof. dr. Sutomi Tjokronegoro, dr. Liau Yan Siang, dan dr. Lim Joe Thay.

Lalu, seperti apa hasil visum sebenarnya dari para korban peristiwa G30S? Simak paparannya berikut ini!

Baca: Jaringan listrik di Tanjabtim jadi Kendala, 25 SMP yang Ikuti UNBK, 7 Sekolah Diantaranya Menumpang

Achmad Yani

- Luka Tembak masuk: 2 di dada kiri, 1 di dada kanan bawah, 1 di lengan kanan atas, 1 di garis pertengahan perut, 1 di perut bagian kiri bawah, 1 perut kanan bawah, 1 di paha kiri depan, 1 di punggung kiri, 1 di pinggul garis pertengahan.

Halaman
1234
Editor: ridwan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved