Masih Hadirkan Saksi, Sidang Dugaan Korupsi Bimtek DPRD Kota Jambi di Pengadilan Tipikor

Kasus Dugaan Korupsi Bimtek (Bimbingan Teknis) di DPRD Kota Jambi, agendanya masih akan menghadirkan saksi, pada Senin (11/3/2019) ini.

Masih Hadirkan Saksi, Sidang Dugaan Korupsi Bimtek DPRD Kota Jambi di Pengadilan Tipikor
TRIBUNJAMBI/JAKA HENDRA BAITRI
saksi dihadirkan pada Sidang Korupsi Bimtek DPRD Kota Jambi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Jaka HB

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kasus Dugaan Korupsi Bimtek (Bimbingan Teknis) di DPRD Kota Jambi, agendanya masih akan menghadirkan saksi, pada Senin (11/3/2019) ini.

Sebelumnya salah satu verifikator berkas SPJ Bimtek DPRD Kota Jambi, mengaku diintimidasi saat menerima berkas SPJ yang tidak lengkap.

Badiuzaman selaku Penata usaha keuangan di DPRD Kota Jambi pada 2014 mengaku mendapat intimidasi saat harus mempercepat proses pemenuhan berkas Surat prtanggungjawaban (spj) bimtek.

Baca: Saksi Kasus Dugaan Korupsi Bimtek DPRD Kota Jambi, Badouzaman Mengaku Dalam Tekanan

Baca: Video Live Streaming MotoGP Qatar 2019, Live Trans 7 dan TV Online Untuk Nonton Via HP, Go Vinales

Baca: Live RCTI! Link Live Streaming Arsenal vs Manchester United, Man United Bakal Agresif, Nonton Via HP

"Saya berada di bawah ancaman saat menngatakan berkas spj harus dipenuhi, tapi tidak juga dipenuhi," kata Badiuzaman.

Nur Ikhwan, selaku terdakwa membantah bahwa dirinya pernah mengancam.
"Kapan saya mengancam atau mengintimidasi?" tanyanya.

Nur Ikhwan kemudian memperlebar pembicaraan kalau Badiuzaman sering ikut jalan-jalan juga dengan anggota dewan. Bantahan ini dijawab oleh Badiuzaman dengan alasan biaya pribadi.

Baca: Jumpa Pers, Syahrini: Saya Tidak Mengambil Suami Orang, Incess Sampai Tirakat & Istikharah 40 Hari

Baca: Hasil Akhir Liverpool vs Burnley, Skor 4-2 untuk Kemenangan Salah Dkk, Poin Mendekati Man City

Baca: Ragam Cerita Para TNI Anggota Satgas TMMD ke-104, Bantu Warga di Kandang Hingga Ikut Mengajar

Badiuzaman mengatakan dirinya adalah satu dari tiga orang yang harus memverifikasi berkas SPJ sebelum diinput dalam sistem untuk kemudian dicairkan.

Saksi lain, Dwi mengatakan dia bersama temannya diberikan berkas yang ada tanda tangan Nur Ikhwan sebagai bendahara.

"Kalau secara teori anda benar. Cuma faktanya bagaimana?" Tanya Yandri Roni selaku ketua majelis hakim.

Dia menambahkan dalam kasus seperti ini ada biasanya oeang yang disuruh untuk melengkapi berkas yang kurang. "Nah itu siapa, itu yang merekayasa," katanya.

Yandri menanyakan ini sebab merasa saksi hanya berputar-putar secara prosedural dan teori.

Lantas Yandri menanyakan siapa dari lima saksi yang hadir, mengetahui orang yang akan melengkapi kekurangan berkas yang menjadi syarat pencairan uang perjalanan einas dan uang pengganti lainya untuk kegiatan bimtek secara umum.

Semua saksi menggeleng tidak tahu. Saksi yang hadir salah satunya kasi bukti pembayaran, admin untuk menginput data untuk pencairan dana. Semua menggeleng.(*)

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved