Sungai Batanghari Mulai Meluap, SDN 109 Olak Besar, Tergenang, Aktivitas Belajar Tetap Berjalan

Luapan air Sungai Batanghari mulai menggenangi ruang Sekolah Dasar (SD) 109 Olak Besar, di Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batanghari, Rabu (6/3)

Sungai Batanghari Mulai Meluap, SDN 109 Olak Besar, Tergenang, Aktivitas Belajar Tetap Berjalan
tribunjambi/rian
Luapan Sungai Batanghari mulai masuk ke SD 109 Olak Besar, Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batanghari, Rabu (6/3) pagi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rian Aidilfi Afriandi

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Luapan air Sungai Batanghari mulai menggenangi ruang Sekolah Dasar (SD) 109 Olak Besar, di Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batanghari, Rabu (6/3/2019) pagi.

Meski begitu, proses belajar mengajar tetap berjalan walau kedalaman air mencapai betis orang dewasa. Namun, sejumlah guru mengamankan buku-buku agar tidak terkena air.

Kepala Bidang Dikdas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batanghari, Zulfadli menyebutkan, beberapa sekolah dasar sudah mulai digenangi air luapan dari Sungai Batanghari, sejak Senin (4/3/2019) lalu.

Baca: Berdiri di Atas Tanah Pemda, Kantor BKAD Rimbo Tengah Diresmikan, BKAD Berharap Tak Bayar Sewa Lagi

Baca: Lima Partai Diprediksi Belum Aman Lolos DPR, Termasuk PKS, Ini Komentar Fahri Hamzah.

Baca: Pose Salam Dua Jari, Ahmad Dhani Bikin Sidang Vlog Idiot di Pengadilan Negeri Surabaya Heboh

"Senin kemarin air baru menggenangi halaman sekolah. Kalau sekarang, air sudah sampai ke ruang kelas. Seperti di SD Olak Besar," sebut Zulfadli, saat dikonfirmasi.

Ia menyebutkan, jika ketinggian air semakin naik, pihaknya bakal meliburkan beberapa kelas di sekolah yang terendam banjir.

"Kelas 1, 2 dan 3 bakal diliburkan. Tapi melihat kondisi airnya dulu," ujarnya.

Luapan Sungai Batanghari, mulai masuk ke dalam sekolah
Luapan Sungai Batanghari, mulai masuk ke dalam sekolah (tribunjambi/rian)

Untuk diketahui, selain SD 109 Olak Besar yang terendam banjir, kondisi yang sama juga dialami oleh SD 02 Kembang Seri. Meski begitu, aktivitas belajar mengajar terus berjalan.

Bahkan, air Sungai Batanghari juga telah menggenangi desa-desa di Kabupaten Batanghari.

Seperti, Desa Simpang Aur Gading, Kecamatan Bathin XXIV. Sebanyak 325 rumah Kepala Keluarga terendam banjir.

Baca: KPK Sebut Ada Kaitanya Dengan Zumi Zola, Pemeriksaan LHKPN Kepala Daerah di Provinsi Jambi

Baca: Live Streaming All England Open 2019, Jadwal Siaran Langsung TVRI Hari ini, Jonatan Christie Main

Baca: Jadwal Piala Presiden Hari Ini - PSM Makassar vs Kalteng Putra & PSIS Semarang vs Persipura Jayapura

Dari rilis BPBD Kabupaten Batanghari, Rabu (6/3) pagi, ketinggian air Sungai Batanghari sudah mencapai 306 cm. Artinya memasuki level siaga kritis.

Sekretaris BPBD Kabupaten Batanghari, Samral menyebutkan, kondisi saat ini merupakan banjir kiriman dari Kabupaten Bungo dan Sarolangun.

Dirinya khawatir ketinggian air semakin naik dan mencapai level siaga darurat. (*)

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved