Ilsa Deswita Ceritakan Tanggung jawab Besar Menjadi Seorang Penerjemah, Simpan Rahasia Negara

Ketika ada tamu asing sebenarnya tidak bisa menggunakan bahasa Inggris karena pemerintah Indonesia ingin mempromosikan bahasa Indonesia.

Ilsa Deswita Ceritakan Tanggung jawab Besar Menjadi Seorang Penerjemah, Simpan Rahasia Negara
ist
Penerjemah bahasa asing. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Nurlailis

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Saat ini memasuki masa ekonomi ASEAN. Hubungan kerja sama antar negara sangat terbuka sekali. Indonesia memiliki undang-undang yang mengatur penggunaan bahasa Indonesia.

Ketika ada tamu asing sebenarnya tidak bisa menggunakan bahasa Inggris karena pemerintah Indonesia ingin mempromosikan bahasa Indonesia. Di situlah peran penerjemah menjadi sangat penting.

“Ketika kita membahas tentang perjanjian pemerintahan, ada yang sifatnya rahasia. Ketika kita sembarangan memilih penerjemah itu akan menjadi hal yang berbahaya. Ada tanggung jawab moral kami sebagai penerjemah negara jangan sampai membocorkan rahasia negara,” ungkap penerjemah Jambi, Ilsa Deswita Putri Soraya.

Baca: Lukman Tanjung Ungkap Pentingnya Keberadaan Penerjemah di Era Ekonomi ASEAN

Baca: Si Cantik Nela Soraya Pilih Belajar Karate untuk Melindungi Diri, Ini Alasannya

Baca: Anggota DPRD Jambi Rame-rame Kembalikan Uang Suap ke KPK, Pengamat Hukum: Itu Tidak Menghapus Pidana

Baca: Peneliti Manfaatkan DNA Hiu Putih Sebagai Petunjuk Pengobatan Kanker

Program BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) merupakan salah satu program unggulan yang berada di bawah Kemendikbud. Program ini sejalan dengan tujuan pemerintah yang ingin menginternasionalkan Bahasa Indonesia.

Melalui program ini, mengajarkan Bahasa Indonesia di kawasan Asia Tenggara bahkan Eropa dan Australia dengan kurikulum yang disesuaikan. Yang mengajar bisa dari berbagai kalangan atau terbuka untuk umum bagi mereka yang memiliki ketertarikan mengajarkan Bahasa Indonesia bagi penutur asing.

“Jika dikaitkan dengan penerjemah, intinya ingin mempromosikan Bahasa Indonesia ke dunia,” jelasnya.

Profesi ini belum banyak diminati untuk di Jambi bahkan di Indonesia. Untuk pemerintahan sebenarnya penerjemah ini tidak berbayar.

Penulis: Nurlailis
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved