VIDEO: Lukah Gilo di Penyengat Rendah, Seni Tradisi Jambi Sarat Mistis, Gerakkan Boneka Pakai Mantra

Desa Baru, Kecamatan Maro Sebo Kabupaten Muarojambi memiliki satu permainan unik yang diberi nama Lukah Gilo.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: bandot

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM - Desa Baru, Kecamatan Maro Sebo Kabupaten Muarojambi memiliki satu permainan unik yang diberi nama Lukah Gilo.

Permainan unik ini merupakan suatu permainan yang diwariskan turun temurun oleh nenek moyang salah satu keluarga yang ada di desa tersebut.

Satu diantara yang masih paham dan masih melakukan permainan turunan tradisi leluhur itu yakni Jancik.

Ia menjelaskan bahwa luka gilo tersebut merupakan suatu permainan dari turun temurun yang hanya bisa dimainkan oleh anggota keluarganya.

“Jadi permainan ini hanya untuk turun temurun anggota keluarga saya, dalam artian yang bisa membuat permainan ini jadi hidup itu hanya turun temurun dari leluhur dulu. Orang lain tidak bisa,”sebutnya

Sebab menurutnya, hanya anggota keluarganya saja yang mengetahui mantra-mantra yang di gunakan untuk menghidupkan permainan ini.

Baca: Tak Tahu Dirinya Hamil, Mahasiswi Ini Jatuh Koma 4 Hari, Ketika Bangun Kejutan Besar Menanti

Baca: Suami Bunuh Istri dan Anak yang Berusia 7 Bulan, Sempat Cekcok hingga Kronologis Penusukan

Baca: Ramalan Zodiak Selasa 19 Februari 2019 - Aries Kesepian di Rantau, Pikiran Sagitarius Random

Baca: Meski Lulus CPNS Pemkab Muarojambi, Peserta Ini Dianggap Mengundurkan Diri, BKD Beberkan Alasannya

Baca: Dirawat di Singapura Karena Kanker Darah, Ani Yudhoyono Beri Pesan Haru ke Anak-Anaknya

Sedangkan mantra tersebut, tidak di perbolehkan orang lain mengetahui, kecuali nyanyian-nyanyian yang di ucapkan saat permainan di mulai.

Ia menjelaskan bahwa lukah gilo merupakan permainan yang terbuat dari rotan dengan membentuk anyaman lukah yang merupakan alat tradisional untuk mencari ikan.

Sementara itu, pada anyaman tadi ditambahkan dengan buah labu muda yang di keringkan dengan menyerupai bentuk kepala.

Secara keseluruhan, bentuk dari lukah gilo tersebut menjadi layaknya bentuk manusia.

Yang kemudian ditambahkan sarung, baju dan juga sorban untuk penutup kepala yang terbuat dari labu muda tadi.

Selain itu, dijelaskan oleh Jancik untuk memainkan permainan lukah gilo tersebut, ada mantra-mantra khusus yang di ucapkan kepada lukah gilo tersebut.

Sehingga luka gilo yang menyerupai manusia tersebut seolah hidup dan dapat di mainkan oleh sekitar lima orang.

“Awalnya itu kita kasih jampi-jampi, kita ucapkan mantra ke kupingnya tadi. Sudah itu ada magic yang masuk ke lukah gilo tadi baru kita nyanyi-nyanyi. Pas itu di pegang bagian bawah tadi samo sekitar limo orang, kito nyanyi-nyanyi tadi masuk lah roh tadi, begerak-gerak uka gilo tadi,”dijelaskannya

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved