Kasus Asusila
Polisi Selidiki Motif Threesome Pasutri yang Libatkan Anak
Polres Metro Jakarta Selatan masih melakukan penyelidikan terkait kasus threesome yang dilakukan pasutri bersama amak gadis meereka.
TRIBUNJAMBI.COM - Polres Metro Jakarta Selatan masih melakukan penyelidikan terkait kasus threesome yang dilakukan pasutri bersama amak gadis meereka di Jalan Tan Malaka, Rawajati, Pancoran.
Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Andi Sinjaya mengaku belum mendapatkan keterangan yang jelas terkait motif sepasang suami istri warga, Mira (39) dan Rahmat (43) tega mengorbankan anak gadis mereka KN (15) dalam praktik seks gila mereka.
Rahmat, yang merupakan ayah tiri KN, beberapa kali melakukan pencabulan hingga merudapaksa siswi SMP itu di depan Mira.
Bahkan, Mira terlihat begitu menikmati dan turut bergabung dalam kegiatan seksual bertiga atau Threesome.
Baca: UPDATE Terbaru Adi Saputra yang Mengamuk dan Rusak Motor Karena Ditilang, Jadi Tersangka Penggelapan
Baca: Polisi Ringkus Tiga Tersangka Narkoba, Satu Diantaranya Sipir Lapas
Baca: Sebelum Bunuh Diri, Wanita Ini Tulis Surat Menyentuh Untuk Ibunya, Begini Kisahnya
"Ini perbuatan yang bejat dilakukan oleh orangtua kepada anaknya yang masih di bawah umur. Motifnya akan kami dalami lagi, termasuk menghadirkan psikolog untuk memeriksa kejiwaan dua pelaku," kata Kompol Andi di Mapolrestro Jakarta Selatan, Kamis (7/2/2019) petang.
Pencabulan pertama terjadi pada pertengahan Desember 2018 silam di Jalan Tan Malaka, Rawajati, Pancoran, Jakarta Sslatan.
Saat itu, KN yang sedang berada di dalam kamar mandi terkejut ketika Rahmat mengetuk pintu sambil memanggilnya.
Baca: Kisah Menginspirasi Atta Halilintar, dari Seorang Pedagang Jadi YouTuber 10 Juta Pengikut
Baca: Homogeneous Tile yang Diklaim Lebih Kuat dari Keramik, Simak Kelebihannya
Baca: HKK Siap Mengantarkan Dipo Nurhadi Ilham ke Senayan Menjadi Anggota DPR RI
Rahmat meminta KN untuk membuka pintu kamar mandi. Tetapi, karena takut, KN tak menuruti permintaan ayah tirinya.
Rahmat mendobrak pintu, membuat KN terkejut. Rahmat seperti orang kesetanan segera mendekap KN yang saat itu tidak berbusana.
Sambil menguasai KN, Rahmat membuka seluruh bajunya. Aksi pencabulan pun dilakukan oleh Rahmat dalam posisi membelakangi tubuh KN.
KN sempat berteriak, berharap sang ibu datang dan menolongnya. Tapi apa yang terjadi justru di luar dugaan.
Saat sang ibu datang, bukannya marah atau menolong, sang ibu justru meminta agar KN tidak melawan saat disetubuhi.
Dalam kepedihan mendalam, KN tak bisa berbuat apa-apa lagi.
Di saat bersamaan, sang ibu melepaskan semua pakaiannya.
Usai menyetubuhi KN, Rahmat kemudian meraih tubuh Mira kemudian mereka bersetubuh di depan KN.