Berada di Daerah Perairan, Masyarakat Tanjung Jabung Timur Rawan DBD, Rantau Rasau Paling Tinggi

Dimana dari 22 kasus tersebut Kecamatan Rantau Rasau sendiri sudah terjadi 13 kasus, dan paling banyak dari kecamatan lainnya.

Berada di Daerah Perairan, Masyarakat Tanjung Jabung Timur Rawan DBD, Rantau Rasau Paling Tinggi
Istimewa
Ilustrasi nyamuk 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) DBD di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, masih terbilang tinggi, pada Januari 2019, terdapat 22 kasus penderita DBD.

Kawasan geografis Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang didominasi kawasan perairan, secara tidak langsung berdampak pada kasus DBD di kabupaten tersebut. Hal tersebut selaras dengan data Dinas Kesehatan Tanjung Jabung Timur, terkait kasus DBD berdasarkan data Lima tahunan.

"Dalam sekala hitungan tahunan memang untuk DBD di Tanjab timur mengalami peningkatan. Hal tersebut tidak dipungkiri segi gergrafis juga sangat mempengaruhi terjadinya angka peningkat tersebut," sebut Jumati, Kabid P2P Dinas kesehatan Tanjung Jabung Timur, kepada Tribunjambi.com Senin (4/2/2019).

Baca: Kasus DBD di Merangin Minim, Kadinkes Imbau Warga Tetap Waspada dan Jaga Pola Hidup Sehat

Baca: Fabiana Wanita Pertama di Dunia yang Melahirkan Bayi dari Rahim Orang Meninggal, Begini Kisahnya

Baca: 117 Kasus DBD di Bungo, Sepanjang 2018, Terbanyak di Bulan Desember

Dikatakannya, untuk tahun 2019 ini, diawal Januari jumlah penderita DBD masih terus terjadi didominasi di Kecamatan Rantau Rasau yang merupakan kecamatan tertinggi penderita DBD berdasarkan data tahun sebelumnya.

Pada Januari 2019 tercatat sebanyak 22 kasus DBD sudah terjadi. Dimana dari 22 kasus tersebut Kecamatan Rantau Rasau sendiri sudah terjadi 13 kasus, dan paling banyak dari kecamatan lainnya.

Dibandingkan dengan tahun sebelumnnya, pada Januari jumlah Kasus DBD mengalami perubahan signifikan. Dimana pada Januari tahun lalu anggka penderita DBD masih dibwah hitungan angka 10.

Baca: Bukan Orang Biasa! Sosok Danpaspampres Jokowi Pernah Bercokol di Satuan Elit Kopassus, Ini Sosoknya

Baca: 3 Orang Meninggal, 302 Kasus DBD di Provinsi Jambi Tahun Ini, Kota Jambi Tertinggi

Baca: Tiga Oknum Polisi Rudapaksa Polwan Sampai Pingsan di Kantornya, Dicekoki Saat Pesta Miras

"Juga dibandingkan Januari tahun lalu angka DBD kita mengalami peningkatan, dimana tahun sebelumnnya kisaran 3-5 kini dibulan yang sama sudah ada 22 kasus penderita DBD," jelasnya kepada Tribunjambi.com.

Penyebab perubahan tersebut, tidak lain karena faktor cuaca, hujan panas dan musim pnghujan yang cenderung tinggi beberapa bulan terakhir. Ditambah lokasi atau wilayah masyarakat Tanjung Jabung Timur sangat erat dengan kawasan perairan.

"Penanganan yang dilakukan dengan abatesasi penganjuran untuk melakukan pemberantsan sarang nyamuk PSM, dan melakukan Fogging. Namun yang lebih dianjurkan tadi adalah PSM karena lebih efektif," jelasnya.

Baca: Haji Umar Keluarkan Jurus Pukul ke Master Karate Jepang Hingga K.O, Prajurit Kopassus Terperangah

Baca: Soal Propaganda Rusia, Duta Besar Rusia Beri Klarfikasi di Twitter : Kami Tak Ikut Campur

Baca: Empat Warga Banten Layangkan Lawsuit ke Presiden Jokowi dan DPR, Ini Penyebabnya

Selama tahun 2018 sendiri untuk kasus DBD yang terjadi di Tanjab Timur ada 64 kasus DBD. Dari jumlah tersebut di Kecamatan Rantau rasau selain merupakan Kecamatan dengan penderita DBD paling tinggi didaerah tersebut juga terdapat satu penderita DBD meninggal dunia.

Untuk kalangan usia beragam, didominasi anak anak dan dewasa karena hampir sama jumlah kasusnya. Paling banyak kasus dirantau rasau meski tidak samapai KLB setelah itu peringkat Dua sabak timur. (*)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved