Akper YPSBR Muara Bulian Tidak Punya Mahasiswa, Hayatul Islami: 'Padahal Sudah Diberi Promosi'

Ia mengatakan, untuk 2019 ini hanya 4 orang yang mendaftar ke kampus itu. Namun, tak diterima dan dioper ke kampus Akper yang berada di Jambi.

Akper YPSBR Muara Bulian Tidak Punya Mahasiswa, Hayatul Islami: 'Padahal Sudah Diberi Promosi'
tribunjambi/rian
Kampus Akademi Keperawatan (Akper) Yayasan Pemerintahan Serentak Bak Regam (YPSBR) Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, tidak ada proses kegiatan belajar mengajar 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rian Aidilfi Afriandi

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Kampus Akademi Keperawatan (Akper) Yayasan Pemerintahan Serentak Bak Regam (YPSBR) Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, diduga tak beroperasi lagi. Lantaran kampus tersebut tidak memiliki mahasiswa.

Hal ini dibantah oleh Hayatul Islami, selaku Wakil Ketua Badan Pengurus Yayasan YPSBR. Ia mengatakan, kampus tersebut tidak ditutup, melainkan aktivitas belajar mengajarnya dihentikan.

"Akper YPSBR memang proses belajar mengajarnya dihentikan, karena tak ada mahssiswa. Namun, status perguruan dan kepengurusan administrasi untuk alumni masih buka terus. Bahkan, kami tiap tahunnya masih menyaring mahasiswa," katanya saat dikonfirmasi, Senin (4/2/2019).

Baca: Vanessa Angel Akhirnya Masuk Penjara, Kirim Pesan Untuk Pacarnya, Ini Tanggapan Bibi

Baca: Bisa Dirasakan, Namun 5 Tanda Ini Sering Akibatkan Keguguran, Harus Diketahui!

Baca: Kepsek SMK 2 Kerinci, Didemo Puluhan Siswanya, Dianggap tak Mampu Memimpin

Ia mengatakan, untuk 2019 ini hanya 4 orang yang mendaftar ke kampus itu. Namun, tak diterima dan dioper ke kampus Akper yang berada di Jambi.

"Untuk dua tahun ini yang mendaftar juga sedikit. Terakhir yang wisuda Januari kemarin ada 17 orang," katanya.

Menurutnya, minat untuk mendaftar ke kampus keperawatan sudah menurun. Pasalnya, hal ini tak hanya terhadi di kampus Akper YPSBR saja.

Baca: Sama-sama Berpatokan dengan Bulan, Namun Bagaimana Tahun Baru China & Islam Bisa Berbeda

Baca: Delapan Kades di Batanghari Resmi Dilantik, Dua Diantaranya Berstatus PNS. Bagaimana dengan Gajinya

"Dari informasi, gairah untuk mendaftar ke akper terjadi di Jambi. Peminatnya kurang. Apa mungkin karena faktor ekonomi atau lainnya itu kurang tahu," sebutnya.

Padahal, pihaknya sudah memberikan promosi bagi pendaftar di kampus itu.

"Kita gratiskan uang pembangunan, gratiskan uang asrama dan promo-promo lainnya. Tak ada juga yg mendaftar," ujar Hayatul Islami.

Baca: Di Ponsel Mucikari Terpampang Nama Della Perez, Keluarga Syok, Ibu Ungkap Kondisi Keuangannya

Baca: Sri Wulansih Ungkap Kondisi Keuangan Della Perez, Kini Diperiksa Polisi, Lihat Foto-foto Cantiknya

Baca: Jenderal Satu Ini Paling Dibidik PKI, Dianggap Berbahaya: Punya Lobi Bagus dengan CIA

Saat ini pihaknya sedang mengkaji langkah untuk menyatukan tiga perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Batanghari ini untuk dijadikan universitas.

"Ini masih wacana ke depannya," jelasnya.

Sementara, pantauan di lapangan, tidak tampak aktivitas di kampus tersebut. Hanya terlihat pintu gerbang kampus terbuka. Kondisinya pun terlihat kurang terawat. (*)

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved