Dipersidangan, Saksi Ahli Sebut Dapati Barang Bukti dari Kwitansi dan Tanda Tangan Penerima Honor

Audit itu dilakukan untuk para pengurus lama, guna mengetahui kondisi keuangan dan operasional PAUD tersebut.

Dipersidangan, Saksi Ahli Sebut Dapati Barang Bukti dari Kwitansi dan Tanda Tangan Penerima Honor
tribunjambi/mahreza
Saksi ahli diambil sumaphnya dipersidangan perkara dugaan korupsi pada PAUD PKBM Murni dan CBC pada 2014-2016 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Mengungkap penghitungan kerugian negara, jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri (JPU Kejari) Jambi menghadirkan ahli dalam perkara dugaan korupsi pada PAUD PKBM Murni dan CBC pada 2014-2016.

Dalam sidang terdakwa Heriyah itu, jaksa menghadirkan Rini Rosa, SE, MSAk yang membidangi audit untuk kerugian negara. Dalam keterangannya, auditor lulusan Unja ini mengaku menerima perintah audit dari Sherin Tharia.

"Tahun 2016, bu Zumi Zola (Sherin, red) meminta melakukan audit operasional untuk pengurus," kata dia, mulai menerangkan, Senin (14/1/2019).

Baca: Pemekaran Desa Masih Berproses, Kasang Pudak Jadi Desa Induk

Baca: Persoalan Infrastruktur jadi PR, Penyampaian Hasil Reses Anggota DPRD Muarojambi

Baca: Mantan Bunda Paud Hadir, Berikan Keterangannya Sebagai Pembina

Dijelaskannya, permintaan audit itu dilakukan pada masa transisi antara pengurus lama dengan pengurus baru. Audit itu dilakukan untuk para pengurus lama, guna mengetahui kondisi keuangan dan operasional PAUD tersebut.

Kata dia, nama terdakwa terdapat dalam kepengurusan lama dan kepengurusan baru. Namun, dia mengaku, saat itu tidak berhak menetapkan siapa yang bertanggung jawab dalam kerugian hasil auditnya.

"Waktu itu buktinya hanya berupa kwitansi-kwitansi. Dari sana diketahui, dana itu digunakan untuk operasional-operasional lain," terangnya di Pengadilan Tipikor Jambi.

Baca: Bila Sudah Terjadi 21 Tanda Kiamat ini, Bertaubatlah Karena Akhir Zaman Sudah Akan Datang

Baca: Minta Diisi Benda Bersejarah, Museum Juang Bungo, Mulai Berbenah

Bersama timnya, Rini bertiga menemukan adanya bukti tanda tangan dari penerima honor. Kata dia, dari yang menandatangani itu, ada yang menerima, ada yang tidak menerima, ada pula yang menerima tapi tidak sebesar yang tertera.

"Ada yang tidak menandatangani dan menerima. Ada yang menandatangani, tapi tidak menerima. Ada juga yang menandatangani tapi menerima tidak sebesar yang tertera. Ada juga yang terima, tapi dari SPP," katanya.

Dari hasil auditnya, didapati angka kerugian negara sebesar Rp 1.068.481.100.

Baca: Malaysia Amankan 500 Kg Sabu, Diduga Akan Diselundupkan ke Indonesia, Pulau Pinang Jadi Pintu Keluar

Baca: Leg 1 Liga Champions 2019 Babak 16 Besar, Liverpool vs Muenchen di RCTI, Berikut Jadwal Lengkap

Sebelumnya diinformasikan, Heriyah pernah menjabat sebagai Ketua Lembaga PAUD percontohan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Murni dan Capacity Building Center (CBC) Mawaddah Warahmah tahun 2013 hingga 1 Juli 2016. Dia diduga terlibat dalam dugaan korupsi dana insentif, sehingga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 1,068 miliar.(*)

Penulis: Mareza
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved