Baru Dilantik, Pjs Kades Lubuk Napal, Bertekad Majukan Pendidikan

Ia juga menjelaskan saat ini, lembaga pendidikan Di Desa Lubuk Napal hanya ada satu sekolah SD, dua sekolah madrasah, sementara sekolah SMP belum ada,

Baru Dilantik, Pjs Kades Lubuk Napal, Bertekad Majukan Pendidikan
tribunjambi/wahyu
Pjs Kades Lubuk Napal, Kecamatan Pauh, Hernawati, setelah secara resmi dilantik 

Laporan Wartawan Tribun jambi, Wahyu Herliyanto

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Pjs Kades Lubuk Napal, Kecamatan Pauh, Hernawati, setelah secara resmi dilantik oleh Camat Pauh, Abdul Honi, beberapa waktu lalu, berupaya akan mendorong dalam meningkatkan pendidikan di desa yang dipimpinnya tersebut.

Bidan Desa yang sudah mengabdi di Desa Lubuk Napal sejak tahun 1995 tersebut mengaku bahwa saat ini rata-rata pendidikan di Desa tersebut adalah tamatan SD. Sementara jumlah tamatan SMA belum sampai 20 orang dari lebih kurang 1500 jiwa dari 400 KK lebih.

"Yang paling inti sekarang itu, masyarakat butuh pendidikan. Rata-rata hanya tamatan SD, SMA paling tidak sampai 20 orang, begitu juga SMP," katanya

Baca: Dapat Dana Rp 3,9 M, Bidang Pengairan Ini Rencana Pembangunan Dinas PUPR Tanjabtim Tahun 2019 Ini

Baca: Terungkap, Tim Rydder Flight di Balik Pesawat Asing Dipaksa Mendarat, Ini Kata Panglima TNI

Baca: Pernah Disebut Transgender, DJ Katty Butterfly Patahkan Isu Itu dengan Pamerkan Perut Buncitnya

Ia juga menjelaskan saat ini, lembaga pendidikan Di Desa Lubuk Napal hanya ada satu sekolah SD, dua sekolah madrasah, sementara sekolah SMP belum ada, apalagi ke tingkat lebih tinggi.

Selain itu, SDM Desa Lubuk Napal katanya setempat masih rendah sehingga ekonomi di desa tersebut bisa dikatakan masih rendah. Sehingga ke depan diperlukan perhatian yang serius untuk memajukan desa tersebut.

"Ekonomi masyarakat juga bisa dikatakan masih rendah, karena SDM masyarakat. Anak mau sekolah harus keluar sehingga butuh biaya besar. Tenaga gurunya di SD kami PNS cuma dua, honorer daerah dua orang dan gura dana bos ada 2 tamatan SMA. Lima tahun terakhir ini rata-rata anak-anak di desa kami itu sudah keluar masuk ke pesantren, baru meningkat," katanya.

Mengenai penunjukan dirinya sebagai Pjs Kades Lubuk Napal, ia engaku sebelumnya tidak pernah membayangkan masyarakat meminta dirinya untuk menjadi Pjs kades Lubuk Napal, menggantikan Abdul Dayan, pada 25 September Meninggal dunia.

Kata wanita yang bekerja sebagai PNS dengan golongan pangkat IIIC ini, bahwa pada awalnya dirinya diminta masyarakat melalui BPD setempat untuk menjadi Pjs Kades, karena syarat menjadi Pjs itu memang harus berstatus PNS. Kebetulan hanya ada dua orang PNS di Desa Lubuk napal, dirinya bersama satu orang guru PNS.

"Saya mikirkan karena saya bidan. PNS di sana ada dua, saya sama calon lain guru. Dilakukan voting oleh masyarakat pada malam hari, masyarakat milih saya. Silahkan kalau mau milih kami, tak pernah membayangkan untuk mencalon. Masyarakat memilih saya, BPD mengusulkan, kesepakatan masyarakat. Mau tidak mau saya harus terima, mudah-mudahan saya bisa menjaga amanah ini," katanya.

Baca: Akan Disampaikan Malam Ini, Prabowo Subianto Ancam Mundur dari Pilpres 2019. Ini Kata Ketua BPN

Baca: Diparkir di Dalam Rumah 2 Sepeda Motor Warga Sarolangun Raib, Modus Pencurian Dilakukan Saat subuh

Baca: Belum Terlambat, Penyanyi Denada Lakukan Ini Demi Putrinya yang Kena Kanker Darah

Sementara, Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Sarolangun Mulyadi juga mengaku bahwa penunjukan bides ini juga sebelumnya melihat pertimbangan, jika ditunjuk dari kecamatan, dikhawatirkan masyarakat akan mengalami kesulitan dalam menjalankan tugas karena harus berada di Desa.

"Kita lihat medan yang kita lihat, kalau dari kecamatan porsi pjs ke lapangan akan sangat minim. bersangkutan sudah 20 tahun disitu, walaupun bidan tapi sudah menyatu dengan masyatakat," katanya.

Baca: Yusril Ihza Mahendra akan Temui Masyarakat Kedaton Muaro Jamb, Ini Agendanya

Baca: Debby Sahertian Ungkap Perjuangan Robby Tumewu Gara-gara Penyakit Ini, 8 Tahun Menderita

Mulyadi juga menyebutkan bahwa dari awal pengajuan calon Pjs Kades Lubuk Napal, pihaknya menerima tiga nama, yakni Camat Pauh Abdul Honi, Sekretaris Camat Pauh Fathur Rahman, dan Sekretaris Desa Lubuk Napal. Namun setelah pertimbangan ketiga nama tersebut tidak memenuhi, sebab katanya jika Camat menjadi Pjs Kades tentu tidak etis, kemudian Sekdes Lubuk napal belum memenuhi kepangkatan PNS.

"Dari awal ada camat, sekcam dan sekdes, setelah kita pertimbangkan, dan masukan dari masyarakat, agar pjs tidak terlalu rumit ditempat artinya kita tunjuk yang berada di desa itu," katanya. (*)

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved