Berbahan Daun Pandan, UMKM Desa Tangkit, Ciptakan Tas Ramah Lingkungan

Nuriha, pengrajin anyaman tas dari daun pandan mengatakan, upaya tersebut dilakukan sebagai pemanfaatan dari daun pandan yang banyak tumbuh

Berbahan Daun Pandan, UMKM Desa Tangkit, Ciptakan Tas Ramah Lingkungan
tribunjambi/syamsul bahri
Ibu-ibu UMKM Desa Tangkit, membuat tas dari bahan daun pandan 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Peraturan Walikota Jambi mengenai pembatasan penggunaan kantong plastik ternyata menimbulkan ide kreatif dari ibu-ibu yang tergabung dalam UMKM Kabupaten Muarojambi. Ibu-ibu dari UMKM Desa Tangkit, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muarojambi, berkreasi dengan membuat tas ramah lingkungan.

Adapun bahan tas yang digunakan tersebut adalah daun pandan yang biasa di gunakan untuk masak ataupun pewangi alami untuk masakan kue. Ya, daun pandan itulah yang dimanfaatkan oleh ibu-ibu UMKM Desa Tangkit, untuk membuat anyaman tas-tas yang cantik.

Baca: Gubernur Cup 2019, Tercipta 5 Gol, Batanghari Taklukan Sarolangun 3-2

Baca: Buang Sampah tak Sesuai Aturan, Warga di Jambi di Sidang di Pengadilan, dan Divonis Denda Rp20 Juta

Baca: LIVE di TVRI - Jadwal Tottenham vs Chelsea di Semifinal Carabao Cup 2019

Nuriha, pengrajin anyaman tas dari daun pandan mengatakan, upaya tersebut dilakukan sebagai pemanfaatan dari daun pandan yang banyak tumbuh di daerahnya. Menurutnya, pembuatan anyaman tas dari daun pandan baru mulai dilakukan selama satu bulan belakangan ini.

"Biasanya yang kita temukan itu dari daun rumbei, ini kita pakai daun pandan. Untuk anyaman dari daun pandan, sebenarnya sudah lama, tapi hanya untuk tempat dodol. Sekarang momennya pas dengan aturan walikota tentang pengunaan plastik, jadi kita inovasikan untuk pembuatan tas," ujarnya, kepada Tribunjambi.com.

Tidak ada kesulitan selama pengerjaan ini, karena menurutnya cara menganyam pembuatan tas itu sama seperti pembuatan tempat dodol. Hanya saja, dalam pembuatan tas sedikit lebih rumit dibanding dengan tempat dodol.

Baca: Tiga Fitur Terbaru Whatsapp, Penggunaan Stiker, Balas Pribadi di Grup Chat, dan Teknologi 3D Touch

Baca: Pemuda Tanggung Bawa Kabur Gadis di Bawah Umur, Hasil Visum Ungkap Persetubuhan, Ini Modusnya

Baca: 13 Tahun Bersama, Agus Yudhoyono dan Annisa Pohan Kenang Momen Pertemuan Pertama

"Kalau tas kita kan lebih besar, kemudian juga desainnya kita pikirkan. Karena semakin menarik desain, pasti semakin banyak orang tertarik. Karena tidak hanya di pakai untuk belanja, untuk acara-acara lain juga kita buat sebagus mungkin," ungkapnya.

Karena tergolong inovasi baru, saat ini mereka hanya memperkenalkan di daerah setempat dan melalui kegiatan-kegiatan lainnya. Namun kedepan, inovasi tas dari daun pandan ini diharapkan dapat di terima oleh masyarakat, baik Kabupaten Muarojambi, Kota atau bahkan Provinsi Jambi.

"Kita baru satu bulan, jadi memang sekarang lagi upaya memperkenalkan anyaman tas dari daun pandan ini. Kita harapkan memang produk ini bisa di terima di masyarakat, apalagi ini dari bahan alami," sebutnya.

Harapan ini tentu nantinya akan berdampak terhadap kehidupan masyarakat setempat terutama pengerajin-pengerajin anyaman tas dari daun pandan ini. Untuk kualitas jangan di ragukan lagi, karena ketahanannya hampir sama dengan produk sejenis lainnya.

Untuk proses pembuatan, butuh waktu sekitar 10 hari sampai 14 hari hingga tas tersebut siap pakai. Ini tergantung dari cuaca, karena dalam proses pembuatan tas, ada proses pengeringan setelah daun pandan diambil dan direbus untuk merubah warna menjadi putih.

"Proses awal itu pengambilan daun pandan, kemudian kita potong sesuai dengan model tas yang akan di bikin. Kemudian kita gulung di rebus sekitar satu jam, terus di rendam selama tiga hari, kemudian kita jemur, kalo cuaca panas cukup tiga hari kita jemur sudah bisa dianyam," jelasnya.

Baca: Apa Artinya Jika Ada Ular Masuk ke Rumah? Ini Kata Ustaz Abdul Somad dan Khalid Basalamah

Baca: Mencari Presiden yang Pas Untuk Indonesia, Sudjiwo Tedjo Bandingkan dengan Kepemimpinan Nabi

Baca: Dampingi Ustaz Arifin Ilham yang Sakit, Istri Pertama Kenang Awal Berjodoh, Gara-gara Mimpi di Kabah

Untuk harga yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari Rp 20 ribu sampai Rp 100 ribu. Untuk mendapatkannya, pembeli bisa mendatangi Jambi Expo yang diadakan di Gubernur Jambi, atau langsung datang ke Desa Tangkit.

Terhadap inovasi pembuatan tas dari daun pandan ini, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Muarojambi mengapresiasi hal tersebut. Disampaikan oleh M. Usman, selaku Kabid Industri Koperindag Kab. Muarojambi, bahwa pihaknya sudah berkordinasi dengan Koperindag Provinsi Jambi.

"Iya, kita sudah koordinasikan itu dengan koperindag provinsi, bagaimana kedepan inovasi ini bisa dikenal oleh masyarakat, apalagi ada aturan walikota tentang penggunaan kantong plastik, kita harapkan produk kita bisa masuk ke supermarket atau bahkan ke Mall," katanya.(*)

Penulis: syamsul
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved