Presiden Soekarno Jengkel Terhadap Soeharto yang Membangkang, Namun Mengalah karena Alasan Ini

Ada suatu peristiwa yang membuat Soekarno jengkel terhadap Soeharto, namun terpaksa mengalah.

Editor: Duanto AS
(http://3.bp.blogspot.com)
Presiden Soekarno menerima Batalyon 454 pada perayaan untuk veteran pembebasan Irian Barat di Istana Negara, 19 Januari 1963. Tampak Mayor Untung (kiri, Komandan Batalyon 454) dan Jenderal Soeharto. 

Ada suatu peristiwa yang membuat Soekarno jengkel terhadap Soeharto, namun terpaksa mengalah.

TRIBUNJAMBI.COM - Banyak orang mengira Soekarno dan Soeharto terlibat konflik. Itu terlihat pada akhir masa pemerintahan Presiden Soekarno.

Ada suatu peristiwa yang membuat Soekarno jengkel terhadap Soeharto, namun terpaksa mengalah.

Friksi antara kedua tokoh Indonesia ini memang tercium sejak dikeluarkannya Surat Perintah Sebelas Maret ( Supersemar), dimana Presiden Soekarno memberikan mandat untuk memulihkan keamanan.

Saat itu, Presiden Soekarno mengetahui bahwa Mayjend Soeharto membangkang perintahnya.

Meski jengkel, ini yang bikin Soekarno terpaksa mengalah.

Tentang Umar Wirahadikusumah

  • Lahir: 10 Oktober 1924
  • Wafat: Jumat, 21 Maret 2003
  • Pangkat: Jenderal TNI (Purn)
  • Karier militer: Kodam III/Siliwangi, Kodam V/Jaya, Pangkostrad (1967), KSAD (1969)
  • Karier pemerintahan: Ketua BPK (1973), Wakil Presiden (1983)

Pada 1 Oktober 1965, ketika di Jakarta sedang dalam kondisi mencekam terkait aksi G30S, sekira pukul 09.00 WIB, para pengawal membawa Bung Karno ke Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta Timur.

Para pengawal itu terdiri atas sejumlah personel Cakrabirawa berpakaian preman di bawah pimpinan Kolonel Malwi Saelan.

Baca Juga:

 Jadwal Lengkap dan Materi Debat Capres-Cawapres 2019, Ada 6 Nama Calon Moderator

 Mengapa Soeharto Selalu Mencari Kopassus Berkaki Satu Ini? Pertempuran Habis-habisan di Papua

 Bukan STNK, Tapi Kendaraan Ditilang hingga Tahapan Penghapusan Data Jika Tak Bayar Pajak

 Postingan Super Pedas untuk Opick dari Dian Rositaningrum, di Balik Harta Gono Gini dan Hak Asuh

 Kodam XVII Cendrawasih Beberkan Ada KKB di Nduga Bersembunyi jadi Masyarakat Sipil Hingga PNS

Ada juga sejumlah polisi anggota Datasemen Kawal Pribadi (DKP) di bawah pimpinan Kompol Mangil.

Tujuan pergi ke Lanud Halim, selain demi keselamatan Bung Karno, juga merupakan prosedur penyelamatan standar.

Dari Lanud Halim, Bung Karno bisa terbang ke mana saja menggunakan pesawat kepresidenan Jet Star.

Bung Karno tiba di gedung markas Komando Operasi (Koops) tidak sendirian, ada Jaksa Agung Muda Sunario, Brigadir Polisi EW Lasut Zulkifli Ibrahim dan para staf lainnya.

Di dalam gedung Koops, Bung karno kemudian ditemui oleh KASAU Marsekal Oemar Dhani dan Komodor Leo Watimena.

Presiden Soekarno menangis
Presiden Soekarno menangis ()

Tujuan utama Bung Karno sebenarnya ingin mengetahui kejadian apa yang sedang berlangsung di Jakarta pada 1 Oktober 1965 dan melakukan koordinasi.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved