Presiden Soekarno Jengkel Terhadap Soeharto yang Membangkang, Namun Mengalah karena Alasan Ini

Ada suatu peristiwa yang membuat Soekarno jengkel terhadap Soeharto, namun terpaksa mengalah.

Editor: Duanto AS
(http://3.bp.blogspot.com)
Presiden Soekarno menerima Batalyon 454 pada perayaan untuk veteran pembebasan Irian Barat di Istana Negara, 19 Januari 1963. Tampak Mayor Untung (kiri, Komandan Batalyon 454) dan Jenderal Soeharto. 

Dari radio transmitter yang dipinjamkan oleh Komodor Susanto, terdengar pengumuman Letkol Untung, salah satu dalang dari aksi G30S, mengenai Dewan Revolusi dan pembubaran kabinet.

Itu berarti telah terjadi kudeta.

Brigjen Sabur segera mengangkat radio transmitter itu dan membawanya ke hadapan Presiden Soekarno.

Bung Karno sangat terkejut dan segera menyadari telah terjadi masalah serius bagi bangsa dan negaranya.

Setelah diadakan rapat di rumah Komodor Susanto, Bung Karno memutuskan mengangkat Jenderal Pranoto Reksosamudro sebagai caretaker Menteri/Panglima AD menggantikan posisi Ahmad Yani yang belum jelas nasibnya.

Lewat pukul 17.00 WIB, ajudan Bung Karno, Kolonel Bambang Widjanarko, diperintahkan memanggil Jenderal Pranoto.

Presiden Soekarno menerima Batalyon 454 pada perayaan untuk veteran pembebasan Irian Barat di Istana Negara, 19 Januari 1963. Tampak Mayor Untung (kiri, Komandan Batalyon 454) dan Jenderal Soeharto. (http://3.bp.blogspot.com)
Presiden Soekarno menerima Batalyon 454 pada perayaan untuk veteran pembebasan Irian Barat di Istana Negara, 19 Januari 1963. Tampak Mayor Untung (kiri, Komandan Batalyon 454) dan Jenderal Soeharto. (http://3.bp.blogspot.com) ()

Tapi Jenderal Parnoto yang sudah berada di markas Kostrad ternyata dilarang oleh Soeharto untuk menghadap Bung Karno.

Soeharto bahkan menegaskan semua instruksi mengenai Angkatan Darat dari Bung Karno harap disampaikan kepada Soeharto.

Mendengar laporan Bambang, Bung Karno tampak sangat kecewa dan marah sekali.

Ia menjadi bingung, pasalnya Letkol Untung baru saja mengkudeta kabinetnya dan pada saat yang sama Soeharto juga secara terang-terangan berani membangkang instruksinya.

Namun karena pasukan TNI AD mulai memasuki Halim, Bung Karno kemudian “diungsikan” ke Istana Bogor.

Tapi justru ketika berada di Istana Bogor itulah, Soeharto yang sudah memiliki segudang pengalaman tempur, secara perlahan berhasil “menaklukkan” Bung Karno.

Ia mengambil alih aksi penumpasan G30S/PKI, dan tiga tahun kemudian menggantikan posisi Bung Karno sebagai Presiden RI. (Intisari online)

IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:

 Mengapa Soeharto Selalu Mencari Kopassus Berkaki Satu Ini? Pertempuran Habis-habisan di Papua

 Jadwal Lengkap dan Materi Debat Capres-Cawapres 2019, Ada 6 Nama Calon Moderator

 Sandi-sandi Rahasia Remeh-temeh yang Dipakai Kopassus, Sekali Dengar Langsung Siap Tempur

 Perwira Kopassus Kaget, Disuguhi Air Aneh Tapi Nekat Minum, Strategi Misi di Negeri Asing

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved