Dibuat dengan Tulis Tangan dan Pewarna Alami, Batik Danau Sipin Dibandrol hingga Rp 2 Jutaan

Berbagai macam batik Jambi merupakan bukti kekayaan Provinsi Jambi, salah satunya batik Danau Sipin.

Dibuat dengan Tulis Tangan dan Pewarna Alami, Batik Danau Sipin Dibandrol hingga Rp 2 Jutaan
Tribunjambi/Fitri
Kelompok Batik Sipin Jajaran beranggotakan 16 pengerajin batik. Kelompok ini juga binaan dari Pertamina. 

Laporan wartawan Tribun Jambi Fitri Amalia

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Berbagai macam batik Jambi merupakan bukti kekayaan Provinsi Jambi. Satu di antaranya banyak kelompok pengerajin batik khas Jambi, yakni Tina, Kordinator Batik Sipin Jajaran yang juga memperjuangkan batik Danau Sipin untuk bangkit dan kembali dikenal.

Kelompok Batik Sipin Jajaran beranggotakan 16 pengerajin batik. Kelompok ini juga binaan dari Pertamina. Hingga saat ini, pesanan maupun penjualan dibantu oleh Pertamina.

Batik Sipin yang dibuat oleh pengerajin ini bernilai tinggi karena merupakan batik tulis. Untuk harga, batik hasil dari kelompok Batik Sipin Jajaran dibandrol mulai dari Rp750- 2 jutaan.

"Karena harga terbilang masih tinggi soalnya batik tulis, orderan yang datang juga dari Pertamina, sekarang masih ke batik tulis, harga mulai dari 750 - 2 jutaan karena ini batik tulis dan warna alam, harga juga tergantung motif  dan kualitas batik," jelasnya.

Untuk mensiasati harga tersebut, kelompok ini juga membuat kerajinan lainnya  yang berbahan batik  seperti syal, lacak, dan kalung berbahan kain batik, dan kerajinan tangan lainnya.

Pengerajin di Kelompok Batik Sipin Jajaran merupakan ibu-ibu di Kelurahan Legok. Tetapi tidak menutup kemungkinan masyarakat dari luar Kelurahan Legok untuK belajar membatik di sini, tetapi tetap yang diutamakan masyarakat di wilayah kelurahan Legok.

"Ada syaratnya kalo mau gabung belajar membatik di sini, pertama bagi ibu-ibu jangan membawa anak, karena kan kita pakai lilin panas juga agar tidak menggangu  yang lain saat membatik, lalu yang syarat paling utama, emang mau benar-benar belajar menjadi pengerajin batik juga udah dapat izin dari suaminya bagi yang udah nikah," tutur Tina.

Baca: Rekan Achmad Jufriyanto di Malaysia, Siap Jadi Striker Naturalisasi Timnas Setempat

Baca: Demi Ingin Jadi Artis, Chef Jaya Ikut Daftar Sasuke Ninja Warrior Indonesia

Baca: Gara-gara Tak Mau Pindah, Seorang Pemuda di Bungo Dibacok Celurit

Baca: Kasus Pipanisasi, Mantan Kadis PU Tanjabbar dan PPK Beri Keterangan, Ini Kata Mereka

Baca: Amankan Natal dan Tahun Baru 2019, Polres Muarojambi Kerahkan 170 Personel

"Kalo masyarakat dari luar Legok mau belajar, hanya dikenai biaya pergantian pembelian lilin saja, kita tidak menutup kemungkinan jika masyarakat di luar kelurahan legok mau belajar, tetapi tetap masyarakat di kelurahan Legok yang diutamakan karena kita ingin memperbaiki perekonomian keluarga di kelurahan Legok ini," tegasnya.

Selain itu, ia juga merangkul muda-mudi di Kelurahan Legok untuk menjadi pengerajin batik Danau Sipin. Banyak anak-nak sekolah yang mengisi waktu luang untuk membantu membatik di rumahnya.

"Di sini anak muda sudah banyak yang tertarik menjadi pengerajin batik, tujuannya juga merangkul anak anak muda di kelurahan Legok, pastinya ada generasi yang akan melanjutkan, banyak anak anak sekolah yang mengisi waktu luangnya membantu di kelompok ini, mereka jadinya kan bisa untuk menambah uang jajannya," katanya.

Kelompok yang terbentuk pada bulan April lalu ini juga telah banyak mengikuti berbagai pameran di luar Provinsi Jambi. Tetapi belum pernah mengikuti pameran di Provinsi Jambi. Tina mengatakan, kebanyakan pameran yang diikutinya undangan dari Pertamina.

Ia dan kelompoknya juga ingin meramaikan pameran di Provinsi Jambi. " Kita kepengen  ikut pameran, apalagi saat ada even besar di Provinsi Jambi, tapi kendalanya kita harga yang masih terbilang tinggi, kita takut ada gak yang beli, itu yang kita pikirkan," ungkapnya.

Penulis: fitri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved