Kesaksian Seorang Belanda Ungkap Fakta Mengerikan Dahsyatnya Letusan Krakatau, 21.574 Bom Atom

Tak hanya letusannya yang dahsyat, meletusnya GunungKrakatau menimbulkan tsunami yang melibas pesisir

Editor: Nani Rachmaini
pixabay.com
Ilustrasi gunung meletus 

Kesaksian Seorang Belanda Ungkap Fakta Mengerikan Dahsyatnya Letusan Krakatau, 21.574 Kali Bom Atom

TRIBUNJAMBI.COM - Gunung Krakatau yang berada di Selat Sundameletus pada tahun 26 Agustus 1883, 135 tahun yang lalu. Letusannya yang begitu dahsyat melahirkan Gunung Anak Krakatau.

Dalam Majalah Intisari edisi Agustus 1983, letusan Gunung Krakatau disebut 21.574 kali lebih kuat dibandingkan bom atom.

Bahkan letusannya itu menghancurkan 60 persen tubuh GunungKrakatau di bagian tengah dan terbentuklah lubang kaldera.

Letusan tersebut juga terdengar hingga radius 4.600 kilometer dari pusat ledakan di Selat Sunda.

Erupsi anak Krakatau beberapa waktu lalu
Erupsi anak Krakatau beberapa waktu lalu (pixabay.com)

Tak hanya letusannya yang dahsyat, meletusnya GunungKrakatau menimbulkan tsunami yang melibas pesisir pantai barat Banten, dari Merak, Anyer, Labuan, Panimbang, Ujung Kulon, hingga Cimalaya, di Karawang, jawa Barat.

Baca: VIDEO: Terkuak Ini Penyebab Tsunami Selat Sunda: 64 Hektare Gunung Anak Krakatau Amblas ke Laut

Baca: Personil Element Syok Dikabari Ada Tsunami, Sempat Deal, di Menit-menit Akhir Diganti Seventeen

Seorang controleur yang ditempatkan di Beneawang, Teluk Semangka, Lampung menyaksikan tanda-tanda meletusnya Gunung Krakatau yang berlangsung selama beberapa hari.

Controleur itu bernama PLC Le Sueur yang merupakan pejabat Belanda.

Le Sueur menuliskan kesaksian meletusnya Gunung Krakatau dalam sebuah surat tertanggal 31 Agustus 1983 yang dikirimkan ke atasannya.

Awalnya Le Sueur mendengar suara dentuman yang begitu keras, ia mengira dentuman tersebut berasal dari meriam kapal, tak ada sedikitpun prasangka dentuman itu berasal dari Gunung Krakatau.

http://cdn2.tstatic.net/jabar/foto/bank/images/sejarah-gunung-anak-krakatau.jpg

Gunung Anak Krakatau (tribunnews)

"Pada hari Minggu sore, menjelang pukul empat, sewaktu saya sedang membaca di serambi belakang rumah saya, tiba-tiba saja terdengar beberapa dentuman yang menyerupai letusan meriam," tulisnya dalam surat.

Tak lama setelah kejadian tersebut, air laut mulai naik dan beberapa kampung di pantai sudah tergenang.

Baca: Personil Element Syok Dikabari Ada Tsunami, Sempat Deal, di Menit-menit Akhir Diganti Seventeen

Baca: Mahfud MD Skakmat Pencaci Keberhasilan Indonesia Beli Saham Freeport, Ungkit Luhut, Ferdinand Kena

Masyarakat terlihat panik, Le Sueur mencoba menenangkan mereka.

Mereka mulai memanggil-manggil nama Allah.

"Saya menyuruh membawa wanita dan anak-anak ke tempat-tempat yang letaknya lebih tinggi."

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved