Indonesia Enggan Bernegosiasi dengan KKB di Papua, Wiranto Sampai Sebut Egianus Kogoya Seperti ini
Indonesia Enggan Bernegosiasi dengan KKB di Papua, Wiranto Sampai Sebut Egianus Kogoya Seperti ini
Indonesia Enggan Bernegosiasi dengan KKB di Papua, Wiranto Sampai Sebut Egianus Kogoya Seperti ini
TRIBUNJAMBI.COM - Menkopolhukan, Wiranto menegaskan, Indonesia tak akan bernegoisasi dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Egianus Kogoya dan anggotanya tidak setara dengan Pemerintah Indonesia melainkan hanya kelompok kriminal bersenjata.
Meski menyandang status brigadir jenderal di kelompoknya, Pemerintah Indonesia menilai Egianus khilaf dan tak sadarkan diri.
Fakta-fakta terbaru kasus pembantaian pekerja di Papua oleh kelompok kriminal bersenjata atau KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya terungkap.
Baca Juga:
Mantan Kapolda Papua Ungkap Perangai KKB Egianus Kogeya, Ada Anak Gadis Tinggal Main Ambil
Polisi Blokir 20 Akun Media Sosial yang Dipakai KKB untuk Sebar Propaganda, Ini Rinciannya
Fakta Terbaru KKB Papua, Selain Egianus Kogeya Ternyata Ada Panglima Tinggi Lainnya
Menkopolhukam Wiranto menegaskan tidak ada opsi negosiasi yang dilakukan Indonesia dengan KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya.
Wiranto juga mengingatkan KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya telah melakukan propaganda yang tidak perlu dipercayai.

Berikut sejumlah fakta baru kasus pembantaian pekerja oleh KKB Papua.
1. Tidak ada negoisasi
Menkopolhukam Wiranto menegaskan tidak ada opsi negosiasi kepada KKB Papua.
"Kita tidak pernah kompromi sebenarnya dengan kelompok itu karena kita enggak equal tidak ada satu kesetaraan antara negara yang sah NKRI dengan kelompok-kelompok seperti itu apakah kelompok kriminal apakah kelompok-kelompok yang menentang keberadaan NKRI," ujar Wiranto, di Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Senin (17/12/2018).
Wiranto saat ini melihat keberadaan KBB Papua pimpinan Egianus Kogoya ini sebagai orang-orang yang khilaf, yang tidak sadarkan diri, serta orang yang sedang tersesat.
Maka dari itu Indonesia sebagai negara yang berdaulat dikatakan Wiranto Indonesia wajib menerima mereka jika mereka sudah insaf kelak.
"Kita akan menerima kalau mereka sadar, tapi bukan dalam bentuk negosiasi tak ada negosiasi antara pemerintah dengan kelompok seperti itu," ucap Wiranto.
Baca Juga:
Inneke Koesherawati Akui Pernah Gunakan Bilik Asmara Lapas Sukamiskin,Ini Ceritanya Soal Ruangan Itu
Wanita Cantik 48 Tahun Ini Menikah dengan Kakek 84 Tahun, Viral Ini Sosok Pengantinnya
Sembuh Total dari Kanker Payudara, Ini 3 Tips dari Rima Melati, Salah Satunya Minum Jus buah Ini
2. Waspadai propaganda KKB Papua